Dampak Bencana Hidrometeorologi, BPBD: 9 Kecamatan di Nias Selatan Terdampak
- 10 Sep 2026 10:54 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan - Bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, pada Senin, 7 September 2026, berdampak luas terhadap permukiman, fasilitas pendidikan, pertanian, dan infrastruktur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nias Selatan mencatat bencana tersebut berdampak pada 30 desa yang tersebar di sembilan kecamatan.
Sembilan kecamatan yang terdampak yakni Telukdalam, Fanayama, Luahagundre Maniamolo, Maniamolo, Amandraya, Lahusa, Aramo, Onolalu, dan Tanah Masa. Dampak bencana berupa banjir, rumah warga terendam, kerusakan lahan pertanian dan persawahan, longsor, hingga kerusakan sejumlah akses penghubung antardesa.
Banjir juga merendam sejumlah fasilitas pendidikan, di antaranya SMP Negeri 1 Maniamolo dan SMK Bakti Luhur di Kecamatan Fanayama. Kondisi tersebut menambah dampak bencana terhadap aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan pendidikan di wilayah terdampak.
"Selain itu juga mengakibatkan kerusakan lahan pertanian dan persawahan seperti di desa Bawomaniamolo dan Hilimaenamolo itu posisi padi baru ditanam sudah terendam sedangkan posisi padi di kecamatan Maniamolo itu posisi mau akan panen. Nah ini sangat berdampak terhadap pendapatan masyarakat kita petani jadinya," kata Kepala BPBD Nias Selatan Revival Nache, S.Hut., MM., dalam keterangannya, Rabu, 9 September 2026.
Di sisi infrastruktur, lanjut Revival, bencana menyebabkan longsor di sejumlah lokasi dan memutus akses jalan raya di Desa Hilifarokhalawa. Putusnya jalan tersebut mengakibatkan tujuh desa terisolasi, sementara sejumlah jembatan di wilayah lain juga dilaporkan terdampak banjir.
Ia mengemukakan, BPBD Nias Selatan masih melakukan pendataan terhadap keseluruhan dampak bencana di wilayah terdampak. Data dihimpun melalui kajian cepat BPBD, laporan kepala desa dan camat, laporan BPD, informasi masyarakat, serta laporan yang diperoleh dari media sosial.
"Dari data yang sudah ada itu dilakukan skala prioritas artinya mana dulu yang memang bersifat kesegeraan itu yang dikerjakan. Seperti yang terjadi di Desa Hilifarokhalawa dimana jalan yang putus tersebut menyebabkan perekonomian masyarakat terganggu," ujarnya.
Revival memastikan Pemkab Nias Selatan melakukan tindakan cepat guna memastikan kebutuhan logistik masyarakat yang terdampak bencana dapat disalurkan meski masih dalam jumlah terbatas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....