BPBD Nisel Dorong Pelaporan Cepat dari Desa untuk Percepat Penanganan Bencana
- 11 Sep 2026 08:37 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias Selatan mengungkap sejumlah kendala dalam melaksanakan tugas penanggulangan bencana di wilayah tersebut. Kepala BPBD Nias Selatan, Revival Nache menyebut keterbatasan sumber daya manusia (SDM), peralatan, hingga pengetahuan mengenai standar keselamatan masih menjadi tantangan dalam penanganan bencana.
Selain keterbatasan SDM dan peralatan, kondisi geografis Nias Selatan yang cukup luas dan memiliki medan yang beragam turut menjadi kendala bagi petugas di lapangan. BPBD juga mencatat hingga kini masih belum tersedia titik-titik evakuasi yang memadai di sejumlah wilayah ketika terjadi bencana.
Untuk mempercepat penyampaian informasi, BPBD Nias Selatan telah membentuk grup komunikasi di setiap desa yang dikoordinasikan berdasarkan kecamatan. Kepala BPBD mengimbau para camat dan kepala desa agar segera melaporkan setiap kejadian bencana melalui grup tersebut.
"Jadi kami himbau kepada para Camat, kepada para Kepala Desa, agar ketika ada kejadian langsung dilaporkan di grup itu.
Sehingga informasi kebencanaan ini secepatnya bisa kita mungkin melakukan evakuasi kesegeraannya," kata Revival Rabu, 9 September 2026.
Menurut Kepala BPBD Nias Selatan, keterlambatan informasi selama ini menjadi salah satu persoalan yang cukup menghambat penanganan bencana. Ia mengatakan sejumlah kejadian yang berlangsung beberapa waktu lalu baru diketahui BPBD setelah informasi diterima terlambat.
"Diantara tanggal 1 sampai 7 September ini ada juga banyak kejadian kebakaran. Namun kami baru dapat informasinya itu terlambat dua hari bahkan ada yang satu minggu," ungkapnya.
Revival menegaskan BPBD Nias Selatan akan terus berupaya meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan dan Desa untuk mempercepat arus informasi kebencanaan. Kehadiran BPBD, merupakan bentuk nyata Pemerintah dalam memastikan warga mendapatkan bantuan dan perlindungan ketika berada dalam kondisi kesusahan akibat bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....