Dari Gondang, KLU, Cici Tembus Panggung Teater Nasional
- 31 Mei 2025 20:17 WIB
- Mataram
KBRN, Lombok Utara: Semangat belajar dan berkarya bisa berjalan beriringan, seperti yang dibuktikan oleh Chelsi Gresia Tamarin atau yang akrab disapa Cici. Gadis muda asal Gondang, Lombok Utara ini berhasil mencuri perhatian sebagai aktris muda berbakat dari grup Teater Bintang, SMAN 1 Gangga.
Perjalanan Cici di dunia seni peran tidaklah instan. Lahir pada 24 Desember 2007, kecintaannya terhadap teater tumbuh sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Kala itu, ia hanya bisa menyaksikan kakak-kakak teater berlatih dari kejauhan. Namun dari situ, benih impian mulai tumbuh.
“Dulu saya hanya bisa melihat dari jauh, tapi di situ saya mulai bermimpi, ingin jadi seperti mereka,” kenang Cici saat diwawancarai, Sabtu (31/5/2025).
Cita-cita itu akhirnya mendorongnya memilih SMAN 1 Gangga sebagai tempat melanjutkan pendidikan, dengan harapan bisa mengembangkan bakatnya di bidang teater. Namun, jalan menuju panggung tidak selalu mulus. Saat pertama bergabung, ia sempat gagal dalam seleksi Festival Teater Pelajar Modern (FTPM) 2023 karena rasa grogi dan kurang percaya diri.
Titik balik terjadi pada Mei 2024, saat ia mendapat kepercayaan dari De Galih Mulyadi, seorang penulis sekaligus pembimbing teater di Lombok Utara, untuk ikut serta dalam Pekan Teater Pelajar (PTP). Meski sempat menghadapi tantangan dari orang tua terkait izin latihan malam, Cici tetap konsisten berjuang hingga akhirnya meraih Nominasi Aktris Terbaik 3 di ajang tersebut.
“Orang tua saya akhirnya bangga dan mulai percaya. Dari situ saya makin semangat,” ujar siswi kelas 11 ini.
Kepercayaan itu terus tumbuh. Saat FTPM 2024 kembali digelar, Cici kembali tampil dan berhasil menyabet penghargaan sebagai Aktris Pembantu Terbaik 1, sebuah pencapaian luar biasa untuk remaja seusianya. Tak puas dengan itu, ia menantang dirinya tampil dalam monolog di PTP 2024 dan kembali meraih Nominasi Harapan 3.
Salah satu kekuatan Cici dalam mendalami peran adalah ketekunannya berlatih. Tak hanya mengandalkan latihan bersama tim, ia juga rutin berlatih secara mandiri. Ia membaca naskah setiap hari dan melakukan observasi langsung terhadap tokoh nyata yang relevan dengan peran yang ia mainkan.
Saat harus memerankan sosok pedagang ikan, misalnya, Cici dengan tekun mengamati kehidupan tetangganya yang berjualan di pasar. Mulai dari aktivitas subuh mencari ikan, hingga menjajakannya di lapak pasar, semua ia pelajari untuk bisa membawa kehidupan nyata ke atas panggung.
“Melihat langsung membuat saya bisa merasakan perjuangan mereka. Dari situ saya bisa membawa rasa itu ke peran yang saya mainkan,” ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....