Pemerintah Akan Lakukan Pengeboran untuk Dapatkan Air Bersih

  • 26 Okt 2023 04:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kemarau panjang yang masih berlangsung saat ini membuat sejumlah daerah mengalami kekeringan hingga sulit mendapatkan air bersih. Di samping melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), pemerintah juga memiliki solusi lain untuk mengatasi dampak kekeringan.

Pemerintah berencana mengebor tanah atau sumur lebih dalam menggunakan Rig guna mendapatkan air bersih. Rencana itu disampaikan Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, usai memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM), di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (25/10/2023).

Muhajdir mengatakan bahwa dirinya sudah membicarakan hal itu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Muhadjir meminta izin Menhan Prabowo untuk memanfaatkan fasilitas Rig yang dimiliki Kementerian Pertahanan.

"Kemarin saya sudah ketemu dengan Menhan, Pak Prabowo, untuk memanfaatkan fasilitas Rig yang ada di Universitas Pertahanan (Unhan) Kabupaten Bogor. Karena di Unhan memilik Rig sebanyak 10 buah yang bisa digunakan untuk mengebor air tanah dalam," kata Muhadjir.

Rig adalah peralatan yang digunakan untuk melakukan pengeboran bawah tanah atau sumur. Rig biasanya digunakan untuk mendapatkan minyak bumi, gas, maupun mineral-mineral bawah tanah lainnya.

Dikatakan Muhadjir, Rig memiliki kemampuan mengebor sampai kedalaman 200 meter, dan dilengkapi dengan teknologi untuk mendeteksi keberadaan air di bawah tanah.

"Nanti akan kita mulai surveinya di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Minggu depan sudah akan kita survei dan kita cari titik-titik sumber air yang memiliki potensi untuk dibor," ucap Muhadjir.

Pihaknya akan akan memprioritaskan kabupaten-kabupaten yang sudah memberikan laporan kepada Kemenko PMK terkait kelangkaan air. "Ada di Gunungkidul sudah selesai, beberapa di Pulau Maluku. Besok kita akan menangani di Banjar negara, yang katanya kebutuhan airnya sangat mendesak," kata Menko PMK Muhadjir Effendy.






google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....