Pemerintah Siapkan Antisipasi untuk Lindungi WNI di Iran
- 17 Jul 2026 12:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah terus memantau perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah, termasuk kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran
- pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan langkah-langkah perlindungan
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah terus memantau perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah, termasuk kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran. Langkah antisipatif telah disiapkan untuk memastikan perlindungan WNI dan pekerja migran Indonesia (PMI) apabila situasi terus memburuk.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengatakan pemerintah saat ini berkoordinasi. Yakni dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
“Prinsipnya pemerintah sudah berkoordinasi dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi jika terjadi sesuatu yang luar biasa. Dan harus melakukan evakuasi yang besar ataupun penanganan yang besar terhadap pekerja migran yang ada di kawasan Timur Tengah,” kata Mukhtarudin, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.
Ia menjelaskan, KBRI di Abu Dhabi juga telah menyampaikan imbauan kepada WNI untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal ini menyusul meningkatnya eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan langkah-langkah perlindungan. Salah satunya bagi WNI maupun PMI di kawasan tersebut dapat dilakukan secara cepat dan sesuai mekanisme yang berlaku.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arrmanatha Nasir memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di kawasan konflik Israel-Iran dalam kondisi aman. Kementerian Luar Negeri terus memantau perkembangan situasi melalui seluruh perwakilan RI di kawasan Timur Tengah.
Arrmanatha mengatakan, setiap hari seluruh perwakilan Indonesia di wilayah tersebut berkoordinasi dan menyampaikan laporan terkini mengenai kondisi keamanan. Termasuk situasi WNI dan perkembangan konflik di masing-masing negara.
“Laporan itu langsung disampaikan kepada Bapak Menteri Luar Negeri melalui grup koordinasi. Yang setiap saat memberikan pembaruan,” ujar Arrmanatha.
Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir kembali terjadi serangan dari kedua belah pihak. Ia memastikan hingga kini belum ada laporan WNI yang menjadi korban maupun mengalami kerugian akibat konflik tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....