Menko Muhaimin Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi
- 04 Okt 2026 16:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menko PM Muhaimin Iskandar mendorong kawasan perumahan dikembangkan menjadi ekosistem ekonomi yang memberdayakan masyarakat.
- Kawasan hunian memiliki potensi besar untuk membuka ruang bagi UMKM, koperasi, dan ekonomi kreatif untuk berkembang.
- Pengembangan kawasan perumahan dapat memperluas peluang usaha dan aktivitas ekonomi bagi masyarakat di sekitar area hunian.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mendorong kawasan perumahan dikembangkan menjadi ekosistem ekonomi memberdayakan masyarakat. Menurutnya, kawasan hunian dapat membuka ruang bagi UMKM, koperasi, dan ekonomi kreatif untuk tumbuh bersama.
Muhaimin menilai, kawasan perumahan memiliki potensi besar dalam mengembangkan UMKM, koperasi, dan ekonomi kreatif masyarakat. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendorong berbagai aktivitas ekonomi sekaligus memperluas peluang usaha masyarakat di sekitar kawasan.
“1001 Pasar Rakyat mengoptimalkan fasilitas publik, perumahan, serta fasilitas pemerintah pusat dan daerah untuk menggerakkan ekonomi. Optimalisasi fasilitas tersebut diharapkan mampu menumbuhkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan ruang secara produktif dan kolaboratif,” kata Menteri yang akrab disapa Cak Imin ini saat menghadiri kegiatan 1001 Pasar Rakyat di Perumahan Vida, Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 4 Oktober 2026.
Muhaimin mengatakan pasar rakyat dapat menjadi titik temu antara pelaku UMKM dan konsumen sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi di kawasan perumahan. Ia menilai aktivitas pasar yang berlangsung rutin dapat membuka akses konsumen bagi UMKM, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas kegiatan usaha masyarakat.
“Inilah bukti bahwa semua bisa naik kelas asal terbangun ekosistemnya. Tugas pemerintah harus terus mendorong, membantu, dan terutama berkolaborasi dengan semua pihak mendukung UMKM kita,” ucap Muhaimin.
Saat ini, ekosistem ekonomi di Perumahan Vida melibatkan sekitar 450 tenant dan 200 kantor. Jumlah pengunjung pasar mencapai sekitar 10.000 orang setiap minggu.
Para pelaku usaha di kawasan tersebut juga telah mendapatkan akses kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara kolektif dan BPJS Kesehatan. Cak Imin mengatakan pengalaman tersebut membuktikan pasar rakyat dapat menjadi pintu masuk untuk membangun rantai ekonomi yang lebih luas.
“Perumahan-perumahan yang akan dibangun kita dorong sejak awal menyiapkan desain ekosistem yang memungkinkan pasar tumbuh dan berkembang. Sehingga penghuni perumahan juga mudah mengakses pasar,” ujarnya.
Ia menegaskan, model 1001 Pasar Rakyat dapat diterapkan di berbagai kawasan dengan menyesuaikan karakter dan potensi masing-masing daerah. Fasilitas publik, ruang kawasan, dan aktivitas masyarakat dapat dioptimalkan untuk membuka akses pasar bagi UMKM tanpa harus selalu membangun infrastruktur baru.
Cak Imin menekankan penguatan koperasi, perlindungan sosial, dan ekonomi kreatif harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan UMKM. Menurutnya, sinergi tersebut penting menciptakan ekosistem ekonomi masyarakat yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
“Makanya saya selalu memberikan dukungan dan terus-menerus kepada para UMKM kita ini. Karena mereka adalah orang-orang yang betul-betul memiliki kemandirian, daya tahan yang kuat,” ujar Muhaimin.
Muhaimin berharap Perumahan VIDA dapat menjadi contoh yang direplikasi di berbagai daerah melalui pengembangan 1001 Pasar Rakyat. Menurutnya, optimalisasi ruang dan kolaborasi antarpihak dapat menjadikan kawasan perumahan tidak hanya sebagai hunian, tetapi juga ruang produktif yang memperkuat ekonomi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....