Menko Muhaimin Perkuat Kemitraan SDM Indonesia-Jepang Siapkan Talenta Global

  • 31 Jul 2026 14:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menko PM Muhaimin Iskandar menegaskan pengembangan SDM menjadi pilar utama memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Jepang.
  • Kerja sama kedua negara perlu diperluas melalui pembangunan talenta yang mampu menjawab kebutuhan pasar kerja global.
  • Indonesia memerlukan masyarakat yang siap mengambil peluang kerja global, sementara Jepang membutuhkan tenaga kerja berkualitas tinggi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Pembangunan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan pengembangan SDM menjadi pilar utama memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Jepang demi mencetak talenta global berdaya saing tinggi. Menurutnya, kerja sama kedua negara perlu diperluas melalui pembangunan talenta yang mampu menjawab kebutuhan pasar kerja global.

“Indonesia membutuhkan masyarakat yang siap mengambil peluang kerja global. Sementara Jepang membutuhkan tenaga kerja berkualitas,” kata Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Jakarta, 31 Juli 2026.

Muhaimin menegaskan kerja sama Indonesia Jepang membangun SDM kompeten berbahasa Jepang sekaligus memahami budaya kerja secara berkelanjutan bersama. Kemitraan tersebut memperkuat penyiapan talenta Indonesia menghadapi kebutuhan tenaga kerja berkualitas di Jepang.

“Karena itu, kerja sama kita bukan sekadar pengiriman tenaga kerja. Tetapi membangun SDM yang memiliki kompetensi, kemampuan bahasa, dan pemahaman budaya Jepang yang baik,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri bertukar pandangan mengenai arah strategis pengembangan SDM jangka panjang. Mereka sepakat membangun ekosistem yang mampu menghasilkan talenta berkualitas sekaligus memperkuat kemitraan bilateral yang saling menguntungkan.

Muhaimin mengatakan Indonesia memiliki peluang besar melalui bonus demografi yang perlu dipersiapkan menjadi talenta global. Di sisi lain, Jepang memerlukan dukungan SDM untuk menopang pembangunan ekonominya.

“SMK Go Global menyiapkan lulusan vokasi berdaya saing internasional melalui peningkatan keterampilan, bahasa Jepang, dan adaptasi budaya kerja. Program ini membekali talenta Indonesia menghadapi kebutuhan pasar kerja global dengan kompetensi yang semakin unggul,” ucap Muhaimin.

Lebih lanjut, Muhaimin menyebutkan bahwa SMK Go Global mendapat sambutan positif dari Kimi Onoda. Pemerintah Jepang menyatakan terbuka untuk memperkuat kerja sama pengembangan talenta dan peningkatan kualitas SDM bersama Indonesia.

Muhaimin mendorong penyelarasan pendidikan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan MRA guna memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di Jepang. Langkah tersebut menyesuaikan keterampilan pekerja Indonesia dengan kebutuhan sektor-sektor prioritas industri Jepang.

“Pemerintah berkomitmen mendorong mobilitas tenaga kerja Indonesia yang aman, tertib, dan bertanggung jawab menuju Jepang. Pekerja juga harus memahami aturan, etika kerja, serta nilai kehidupan masyarakat Jepang dengan baik,” ucap Muhaimin.

Menurut Muhaimin, penguatan kerja sama pengembangan SDM diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan tenaga kerja kedua negara. Tetapi juga mempererat hubungan strategis Indonesia dan Jepang melalui pembangunan manusia, pengembangan talenta, serta hubungan antarmasyarakat yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....