Menko Muhaimin Dorong Fasilitas Publik dan Perumahan Gerakkan Ekonomi Rakyat
- 04 Okt 2026 16:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menko PM Muhaimin Iskandar mendorong optimalisasi fasilitas publik dan perumahan sebagai strategi menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
- Fasilitas pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengembang perumahan perlu dimanfaatkan secara strategis terutama pada lokasi-lokasi strategis untuk memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
- Pemanfaatan fasilitas yang optimal diharapkan mampu mengaktifkan sektor ekonomi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mendorong optimalisasi fasilitas publik dan perumahan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Menurutnya, fasilitas tersebut perlu dimanfaatkan secara strategis agar memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat.
Menurut Muhaimin, fasilitas pemerintah pusat, daerah, dan pengembang perumahan perlu dioptimalkan, terutama pada lokasi strategis. Pemanfaatan fasilitas tersebut diharapkan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar.
“Pasar rakyat itu bagaimana agar fasilitas publik, fasilitas perumahan, serta fasilitas pemerintah pusat dan daerah dioptimalkan daya. Langkah ini dilakukan untuk menggerakkan dan menumbuhkan ekonomi,” kata Menteri yang akarab disapa Cak Imin ini saat diwawancarai awak media usai menghadiri Acara 1001 Pasar Rakyat di Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 4 Oktober 2026.
Ia menilai pengelolaan fasilitas secara profesional dan kolaboratif mampu mendorong UMKM serta pelaku ekonomi untuk naik kelas. Ia mengapresiasi perumahan FIDA yang mengembangkan aktivitas ekonomi melalui koperasi dan kerja sama berbagai pihak.
“Perumahan VIDA sangat profesional mengelola kawasan melalui koperasi serta kerja sama kolaboratif yang mendorong semua pihak naik kelas. Pengelolaan tersebut membuktikan kolaborasi mampu memperkuat ekosistem ekonomi dan meningkatkan kapasitas pelaku usaha di kawasan,” ucap Muhaimin.
Muhaimin menyebut saat ini terdapat sekitar 450 tenant yang menjalankan usaha di kawasan tersebut. Sementara sekitar 200 pelaku UMKM lainnya masih mengantre untuk bergabung.
Ia juga mengapresiasi kepesertaan pelaku usaha dalam BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan yang dilakukan secara kolektif. Menurutnya, meningkatnya jumlah pengunjung pasar rakyat menjadi bukti bahwa ekosistem ekonomi yang dibangun mampu memberikan dampak bagi masyarakat.
“Pasarnya semakin besar, tidak kurang dari 10 ribu pengunjung setiap minggu. Ini semua bukti bahwa ekosistem menjadi yang paling penting,” ujarnya.
Muhaimin mengatakan konsep pengelolaan kawasan tersebut dapat menjadi prototipe pengembangan ekonomi masyarakat di berbagai daerah. Menurutnya, model tersebut dapat direplikasi untuk memperluas manfaat pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
“Perumahan VIDA bisa menjadi prototipe yang kita duplikasi dan perbanyak untuk mengembangkan 1001 Pasar Rakyat. Model ini membangun ekosistem ekonomi masyarakat melalui kolaborasi berbagai pihak secara berkelanjutan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....