Menko Muhaimin Dorong Influencer Jadi Motor Pemberdayaan Masyarakat
- 03 Okt 2026 12:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menko PM Muhaimin Iskandar mendorong hijabfluencer memanfaatkan media sosial untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat dan menciptakan dampak nyata.
- Influencer memiliki jangkauan luas yang dapat digunakan untuk membangun percakapan dan menggerakkan komunitas ke arah perubahan positif.
- Kolaborasi antara hijabfluencer dan organisasi pemerintah dapat membuka ruang kerjasama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mendorong Putri Hijabfluencer Indonesia memanfaatkan media sosial. Pengaruh tersebut diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat dan mendorong kolaborasi yang berdampak nyata.
Muhaimin menyebut influencer memiliki jangkauan luas untuk membangun percakapan dan menggerakkan komunitas. Pengaruh tersebut juga dapat dimanfaatkan membuka ruang kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Influencer menjadi kekuatan baru untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi. Mari manfaatkan pengaruh ini agar berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Pembangunan, menurut Muhaimin, tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah karena masyarakat memiliki potensi dan kreativitas. Jejaring masyarakat juga menjadi kekuatan penting untuk menggerakkan perubahan secara bersama.
“Negara ini ada dua kekuatan, satu kekuatan pemerintah dan yang kedua kekuatan masyarakat. Mengandalkan kekuatan masyarakat saja tidak mungkin, mengandalkan kekuatan pemerintah saja juga sudah tidak mungkin,” ujar Muhaimin.
Muhaimin menjelaskan, Kemenko PM berperan menyambungkan berbagai kekuatan melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sektor. Kolaborasi melibatkan kementerian, dunia usaha, industri, komunitas, serta masyarakat untuk memperkuat pemberdayaan.
“Kami (Kemenko PM) bertugas menyambungkan berbagai kekuatan dan mempertemukan kerja sama dengan semua pihak. Kami juga membangun networking agar kolaborasi menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Muhaimin menilai Indonesia memiliki modal besar untuk membangun masyarakat mandiri, mulai dari jumlah penduduk, sumber daya alam, hingga sumber daya manusia. Namun, potensi tersebut harus diolah menjadi kekuatan produktif agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk luar negeri.
“Besar saja itu sudah kuat luar biasa karena pasar. Tetapi kita harus menjadi bangsa yang mampu memproduksi, bukan hanya menjadi bangsa pembeli,” katanya.
Muhaimin mendorong influencer memanfaatkan media sosial untuk mengenalkan produk lokal dan mengangkat potensi daerah. Ia berharap Putri Hijabfluencer menjadi motor pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha produktif.
“Saya berharap para finalis dan influencer tidak sekadar berkarya, tetapi menjadi duta pemberdayaan masyarakat. Gunakan pengaruh untuk menggerakkan potensi, membangun kemandirian, dan menghadirkan manfaat nyata,” ujarnya.
Muhaimin menegaskan pemberdayaan harus menjadi orientasi kebijakan dan anggaran pemerintah agar berdampak nyata. Ia membuka peluang kolaborasi Kemenko PM dengan influencer, swasta, industri, serta komunitas.
“Hadiah itu harus berdaya dan memberdayakan. Jadi setiap langkah itu harus ada dampaknya,” kata Muhaimin menegaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....