Muhaimin: Ekonomi Kreatif Nasional Tak Boleh Terkonsentrasi
- 02 Jul 2026 10:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, menegaskan pengembangan ekonomi kreatif nasional harus dilakukan secara merata dan tidak hanya terpusat di Pulau Jawa dan Bali.
- Pemerintah akan memanfaatkan hasil Sensus Ekonomi 2026 untuk memetakan potensi ekonomi kreatif di berbagai daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, menegaskan pengembangan ekonomi kreatif nasional harus dilakukan secara merata dan tidak hanya terpusat di Pulau Jawa dan Bali. Karena itu, pemerintah akan memanfaatkan hasil Sensus Ekonomi 2026 untuk memetakan potensi ekonomi kreatif di berbagai daerah.
“Potensi ekonomi kreatif masih terkonsentrasi di Bali dan Jawa. Daerah-daerah lain harus dikejar dan digali sejauh mana potensinya serta mendapatkan dukungan,” kata Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers tertulis, Kamis, 2 Juli 2026.
Muhaimin menjelaskan subsektor kuliner masih menjadi tulang punggung ekonomi kreatif nasional. Sementara itu, sektor film, musik, dan berbagai subsektor kreatif lainnya terus berkembang seiring kemajuan teknologi informasi.
Meski demikian, menurutnya, pertumbuhan ekonomi kreatif masih didominasi wilayah Jawa dan Bali. Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan desa kreatif sebagai strategi memperluas pemerataan ekonomi kreatif hingga ke berbagai daerah di Indonesia.
“Kita dukung rencana desa kreatif. Hal tersebut dilakukan agar percepatan perhatian kepada ekonomi kreatif merata di seluruh tanah air kita,” ujarnya.
Ia mengatakan setiap pelaku ekonomi kreatif memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Oleh sebab itu, kebijakan pemberdayaan harus disusun berdasarkan data yang akurat agar program pemerintah sesuai dengan kondisi di lapangan.
Menurutnya, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi investasi jangka panjang bagi pemerintah dalam memetakan potensi ekonomi kreatif secara lebih mendalam. Data tersebut juga akan menjadi landasan penyusunan kebijakan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Muhaimin mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas ekonomi kreatif, akademisi, dan masyarakat berpartisipasi aktif menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Ia optimistis kolaborasi seluruh pemangku kepentingan akan mendorong pemerataan ekonomi kreatif sekaligus menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Mari kita kawal sensus ekonomi sampai selesai. Inilah langkah kita semua yang konkret agar lebih cepat menuju bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera,” kata Muhaimin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....