BNPB Padamkan Karhutla Seluas 3.799 Hektare di Enam Provinsi

  • 02 Okt 2026 13:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BNPB bersama tim gabungan memadamkan karhutla seluas 3.799,73 hektare di enam provinsi prioritas.
  • Sumatra Selatan mencatat luas pemadaman tertinggi mencapai 1.554,46 hektare.
  • BNPB terus memprioritaskan pemadaman titik api aktif, terutama pada lahan gambut dan kebakaran bawah permukaan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan seluas 3.799,73 hektare di enam provinsi. Pemadaman berlangsung selama periode 24 hingga 30 September 2026 di wilayah prioritas Sumatra dan Kalimantan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan pemadaman terus dioptimalkan. "Di grafik ini kita berusaha untuk memperkecil jumlah lahan yang terbakar dengan memadamkannya," kata Berton secara virtual dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kemenko Polkam, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Sumatra Selatan mencatat luas pemadaman tertinggi dengan mencapai 1.554,46 hektare selama periode pemantauan. Selanjutnya, Kalimantan Tengah mencapai 846 hektare dan Jambi mencapai 477,50 hektare.

Di Kalimantan Barat, luas lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 413,30 hektare. Sementara Kalimantan Selatan mencapai 349,44 hektare dan Riau sebanyak 96,03 hektare.

Berton mengatakan kondisi karhutla di lapangan sangat dinamis sehingga data dapat berubah setiap waktu. Perubahan tersebut mencakup luas lahan terbakar maupun area yang berhasil dipadamkan tim gabungan.

Sumatra Selatan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena luas lahan terbakar meningkat. Peningkatan tersebut terjadi dalam dua hari terakhir periode pemantauan, meski pemadaman terus dioptimalkan.

Sementara itu, hujan alami di Riau membantu menekan luas kebakaran. Kondisi tersebut membuat area yang masih terbakar di wilayah tersebut relatif kecil.

Berdasarkan perbandingan data 29 dan 30 September 2026, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut terjadi pada luas lahan yang belum berhasil dipadamkan.

Di Kalimantan Tengah, luas area yang belum padam bertambah lebih dari 14 hektare dibandingkan sehari sebelumnya. BNPB tetap memprioritaskan pemadaman pada titik api aktif, terutama di lahan gambut.

Penanganan juga menyasar kebakaran bawah permukaan yang berpotensi menyebar ke area lain. Pemadaman diprioritaskan pada wilayah dengan potensi penyebaran api tinggi dan akses terbatas.

"Secara umum, situasi karhutla di enam provinsi prioritas terus dilaksanakan penanganan. Dan setiap hari banyak area yang berhasil dipadamkan," kata Berton.

BNPB berharap hujan alami segera turun untuk membantu mengurangi jumlah titik api yang harus ditangani. Curah hujan juga diharapkan mendukung pengendalian karhutla di wilayah rawan.

"Kami tetap berdoa agar hujan segera turun secara alami. Sehingga di beberapa provinsi ini akan mengecil jumlah api yang akan kita padamkan," ujar Berton.

BNPB mengimbau pemangku kepentingan dan masyarakat di daerah rawan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Kewaspadaan diperlukan terutama saat kondisi cuaca kering meningkatkan risiko kebakaran pada lahan gambut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....