Kemenhut Siagakan 5.000 ASN Perkuat Penanganan Karhutla

  • 02 Okt 2026 10:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemenhut menyiagakan 5.000 ASN untuk memperkuat 2.579 personel Manggala Agni.
  • Manggala Agni menangani 67 kejadian karhutla, dengan 30 kejadian telah dipadamkan.
  • Titik panas tingkat kepercayaan tinggi turun dari 694 menjadi 270 titik pada 30 September 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kehutanan menyiagakan 5.000 aparatur sipil negara untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan. Personel tersebut disiapkan sebagai tambahan kekuatan 2.579 personel Manggala Agni yang aktif menangani karhutla.

Kasubdit Pencegahan Kebakaran Hutan Kemenhut, Hariyanto, mengatakan pengerahan ASN dilakukan sesuai arahan Menteri Kehutanan. Personel tersebut akan diperbantukan apabila dibutuhkan untuk memperkuat penanganan karhutla di wilayah rawan.

"Selain mengerahkan 2.579 personel Manggala Agni yang aktif di lapangan, sesuai arahan Bapak Menteri, kami juga menyiagakan 5.000 ASN Kementerian Kehutanan. Untuk diperbantukan jika dibutuhkan," kata Hariyanto dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kemenko Polkam, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Saat ini, Manggala Agni menangani 67 kejadian karhutla di sejumlah wilayah rawan. Sebanyak 30 kejadian telah berhasil dipadamkan, sementara 37 lainnya masih dalam penanganan.

Karhutla yang masih ditangani tersebut tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, dan Jambi. Penguatan personel juga dilakukan dengan mengerahkan petugas BKSDA DKI Jakarta Kepulauan Seribu ke Kalimantan.

Selain personel, Kemenhut menyiapkan 31.806 unit sarana prasarana, perlengkapan pribadi, logistik, dan perlengkapan regu. Seluruh dukungan tersebut disiapkan untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di lapangan.

Kemenhut juga memanfaatkan operasi modifikasi cuaca atau OMC untuk mendukung penanganan karhutla. Hingga kini, TNI, Polri, dan instansi terkait telah melaksanakan lima kali OMC.

Operasi serupa tetap disiapkan apabila kondisi membutuhkan intervensi. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pemadaman dan mengantisipasi perkembangan karhutla di wilayah rawan.

Dari sisi pencegahan berbasis masyarakat, Kemenhut menargetkan penambahan 500 kelompok Masyarakat Peduli Api atau MPA. Penambahan kelompok tersebut beserta perlengkapannya ditargetkan terealisasi hingga akhir 2026.

Upaya penanganan karhutla dilakukan ketika jumlah titik panas berdasarkan pemantauan satelit menunjukkan penurunan. Data tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan kondisi karhutla di sejumlah wilayah.

"Secara keseluruhan, per 30 September terjadi penurunan dari 694 titik panas pada 29 September menjadi 270 titik panas berdasarkan satelit Terra, Aqua, SNPP, dan NOAA-20 dari NASA dengan tingkat kepercayaan tinggi," ujarnya.

Secara nasional, jumlah titik panas juga menurun dari sekitar 1.000 titik menjadi 680 titik per 30 September 2026. Kemenhut tetap memperkuat kesiapsiagaan meski jumlah titik panas menunjukkan tren penurunan.

Pengerahan personel, kesiapan peralatan, OMC, dan penguatan kelompok masyarakat dilakukan untuk mempercepat pemadaman. Upaya tersebut sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di wilayah rawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....