Titik Panas Karhutla Turun, Kemenhut Tetap Perkuat Kesiapsiagaan

  • 02 Okt 2026 11:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Titik panas tingkat kepercayaan tinggi turun dari 694 menjadi 270 titik pada 30 September 2026.
  • Secara nasional, titik panas turun dari sekitar 1.000 menjadi 680 titik.
  • Kemenhut tetap menyiagakan 5.000 ASN untuk memperkuat 2.579 personel Manggala Agni.

RRI.CO.ID, Jakarta - Jumlah titik panas karhutla dengan tingkat kepercayaan tinggi turun signifikan berdasarkan pemantauan sejumlah satelit NASA. Titik panas tersebut turun dari 694 titik pada 29 September menjadi 270 titik pada 30 September 2026.

Kasubdit Pencegahan Kebakaran Hutan Kemenhut, Hariyanto, mengatakan penurunan tersebut terpantau melalui satelit Terra, Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Secara nasional, jumlah titik panas juga turun dari sekitar 1.000 titik menjadi 680 titik.

"Secara keseluruhan, per 30 September terjadi penurunan dari 694 titik panas pada 29 September menjadi 270 titik panas. Berdasarkan satelit Terra, Aqua, SNPP, dan NOAA-20 dari NASA dengan tingkat kepercayaan tinggi," ujarnya dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kemenko Polkam, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Meski titik panas menurun, Kemenhut tetap memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di sejumlah wilayah rawan. Sebanyak 2.579 personel Manggala Agni saat ini aktif menangani karhutla bersama BNPB, TNI, dan Polri.

Hariyanto mengatakan Manggala Agni menangani 67 kejadian karhutla di sejumlah wilayah rawan. Sebanyak 30 kejadian telah dipadamkan, sementara 37 lainnya masih dalam proses pemadaman.

Karhutla yang masih ditangani tersebut tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, dan Jambi. Penguatan personel juga dilakukan dengan mengerahkan petugas BKSDA DKI Jakarta Kepulauan Seribu ke Kalimantan.

"Selain mengerahkan 2.579 personel Manggala Agni yang aktif di lapangan, sesuai arahan Bapak Menteri, kami juga menyiagakan 5.000 ASN Kementerian Kehutanan. Untuk diperbantukan jika dibutuhkan," kata Hariyanto.

Kemenhut juga menyiapkan 31.806 unit sarana prasarana, perlengkapan pribadi, logistik, dan perlengkapan regu. Dukungan tersebut disiapkan untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di lapangan.

Selain itu, pemerintah menggunakan operasi modifikasi cuaca atau OMC untuk mendukung penanganan karhutla. TNI, Polri, dan instansi terkait telah melaksanakan lima kali OMC serta menyiapkan operasi lanjutan.

Dari sisi pencegahan berbasis masyarakat, Kemenhut menargetkan penambahan 500 kelompok Masyarakat Peduli Api atau MPA. Penambahan kelompok beserta perlengkapannya ditargetkan terealisasi hingga akhir 2026.

Kemenhut menyebut pengerahan personel, kesiapan peralatan, OMC, dan penguatan masyarakat dilakukan untuk mempercepat pemadaman. Langkah tersebut sekaligus menjaga kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di wilayah rawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....