KBRI Beijing Nilai Pasar Mongolia Punya Potensi Besar bagi Indonesia

  • 02 Okt 2026 07:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KBRI Beijing menilai Mongolia merupakan pasar potensial yang belum sepenuhnya dimanfaatkan Indonesia.
  • Perdagangan dan investasi kedua negara menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.
  • Farmasi, kelapa sawit, pangan, pariwisata, dan kopi menjadi sektor yang berpeluang dikembangkan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pasar Mongolia dinilai memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia. Peningkatan perdagangan menunjukkan hubungan ekonomi kedua negara terus berkembang menjelang 70 tahun hubungan diplomatik.

Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Beijing Anindityo Adiprismato mengatakan jarak masih menjadi tantangan dalam menggali pasar Mongolia. Namun, perdagangan dan investasi antara kedua negara menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.

“Sebenarnya Mongolia itu pasar besar yang belum sepenuhnya tergali potensinya karena faktor jarak yang memisahkan kita. Tetapi kami melihat tanda-tanda positif yang sudah terjadi selama ini,” kata Anindityo kepada PRO3 RRI, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Perkembangan tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas perdagangan dan investasi yang masuk maupun keluar dari Mongolia. Meski nilainya masih terbatas, peningkatan tersebut dinilai signifikan dibandingkan periode sebelum pandemi.

“Perdagangan dan investasi outgoing dan incoming dari Mongolia semakin tahun semakin meningkat. Walaupun masih terbilang kecil, ini sudah merupakan peningkatan yang signifikan,” ujarnya.

Menurut Anindityo, kondisi tersebut menunjukkan semakin besarnya minat pelaku usaha kedua negara membangun hubungan saling menguntungkan. Potensi tersebut juga terlihat dalam forum bisnis yang digelar menjelang resepsi diplomatik.

Momentum 70 tahun hubungan diplomatik dinilai dapat memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara. Peningkatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah diharapkan membuka lebih banyak peluang bisnis.

“Ke depan kami berharap adanya peningkatan dialog dan kontak antara masyarakat. Kami berharap kerja sama tahun ini bisa meningkat lebih besar pada tahun mendatang,” ucapnya.

Farmasi hingga Kopi Berpeluang Dikembangkan

Anindityo mengatakan hubungan perdagangan Indonesia-Mongolia selama ini masih didominasi beberapa komoditas. Produk farmasi dan minyak kelapa sawit Indonesia menjadi bagian penting dalam perdagangan tersebut.

Meski demikian, peluang pengembangan perdagangan dinilai masih terbuka pada berbagai sektor lainnya. Pariwisata dan produk pangan menjadi sektor yang berpotensi diperkuat kedua negara.

“Sejauh ini kami sangat kuat di kerja sama farmasi dan ekspor kelapa sawit ke Mongolia. Produk tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik mereka,” katanya.

Perubahan pola konsumsi masyarakat Mongolia juga membuka peluang bagi produk Indonesia. Salah satunya terlihat dari meningkatnya minat generasi muda Mongolia terhadap kopi.

“Kalangan muda Mongolia sekarang mulai sangat menikmati kopi. Di sinilah Indonesia bisa benar-benar memanfaatkan potensi,” ujarnya.

Peluang tersebut diharapkan mendorong pelaku usaha Indonesia semakin aktif menjajaki pasar Mongolia. Momentum hubungan diplomatik kedua negara dapat menjadi pintu memperluas perdagangan pada berbagai sektor potensial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....