Peringatan 70 Tahun Hubungan RI-Vietnam, Perdagangan Bilateral Catat Tren Positif
- 17 Sep 2026 22:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Nilai perdagangan antara Indonesia dan Vietnam menunjukkan tren positif yang signifikan, di tengah peringatan 70 tahun hubungan bilateral kedua negara pada 2025.
- Selain sektor perdagangan barang, konektivitas dan pertukaran antarmasyarakat (people-to-people exchanges) juga mencatatkan pertumbuhan pesat.
- Sektor pariwisata pun menjadi salah satu pilar utama yang dinilai prospektif, lebih dari 200.000 warga negara Indonesia tercatat mengunjungi Vietnam pada tahun lalu.
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai perdagangan antara Indonesia dan Vietnam menunjukkan tren positif yang signifikan, di tengah peringatan 70 tahun hubungan bilateral kedua negara pada 2025. Kemitraan ekonomi yang terus bertumbuh ini menjadi bukti makin eratnya kerja sama antara dua kekuatan ekonomi utama di kawasan Asia Tenggara.
Fondasi hubungan diplomatik yang telah dibangun selama tujuh dekade menjadi landasan kuat bagi peningkatan kerja sama di berbagai sektor, terutama ekonomi. Demikian kata Duta Besar Vietnam untuk Indonesia, Ta Van Thong.
"Tahun lalu, perdagangan dua arah mencapai USD17,4 miliar. Pemimpin kedua negara juga menetapkan target perdagangan bilateral baru sebesar USD18 miliar yang ditargetkan tercapai pada tahun 2028," ujar Ta Van Thong saat perayaan Hari Kemerdekaan Vietnam ke-81, Rabu, 16 September 2026, malam di bilangan Jakarta Pusat.
Menurut Ta Van Thong, gabungan populasi kedua negara yang mencapai 380 juta jiwa menyimpan potensi besar yang belum sepenuhnya tergali. Besar potensi pasar ini menarik minat tinggi dari pelaku usaha Vietnam untuk mengeksplorasi peluang bisnis di Indonesia.
"Minat perusahaan-perusahaan Vietnam untuk berbisnis di Indonesia sangat tinggi. Oleh karena itu, saya ingin mendorong komunitas bisnis untuk berupaya lebih keras dan memperluas kerja sama bisnis sejalan dengan potensi yang kita miliki," katanya menambahkan.
Selain sektor perdagangan barang, konektivitas dan pertukaran antarmasyarakat (people-to-people exchanges) juga mencatatkan pertumbuhan pesat. Adanya rute penerbangan langsung dari Hanoi dan Ho Chi Minh City menuju Jakarta serta Bali mendorong mobilitas wisatawan maupun pelaku bisnis dari kedua belah pihak.
Sektor pariwisata pun menjadi salah satu pilar utama yang dinilai prospektif, lebih dari 200.000 warga negara Indonesia tercatat mengunjungi Vietnam pada tahun lalu. Yakni, dengan destinasi populer seperti Sa Pa di utara Vietnam yang menawarkan pengalaman cuaca dingin bersuhu hingga 0 derajat Celsius.
"Sejarah telah menjadikan kita mitra alami. Kemitraan kita memiliki fondasi kuat yang dibangun oleh Presiden Soekarno dan Presiden Ho Chi Minh beserta para pemimpin kedua negara lainnya,” ucap Ta Van Thong menegaskan akar sejarah hubungan kedua bangsa.
Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyoroti berbagai kemiripan antara Indonesia dan Vietnam. Mulai dari sejarah perjuangan kemerdekaan, indikator kesehatan masyarakat, hingga rivalitas sehat di lapangan hijau.
"Jika catatan yang dikirimkan kepada saya benar, Indonesia berada di angka 74 tahun (angka harapan hidup-red)dan Vietnam 75 tahun. Jadi, Yang Mulia (Dubes Vietnam-red) memiliki keunggulan satu tahun lebih panjang usianya dibandingkan saya," kata Menkes Budi.
Budi turut menambahkan bahwa di luar persaingan ketat dalam olahraga seperti sepak bola, dinamika tersebut justru mempererat hubungan persahabatan antarnegara. "Semakin sering kita bersaing secara sehat, saya yakin persahabatan antara Vietnam dan Indonesia pun akan terjalin semakin kokoh," ujar Budi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....