Menag: Madrasah Kini Punya Ruang Lebih Besar untuk Bersaing
- 01 Okt 2026 22:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai madrasah kini memiliki ruang yang semakin besar untuk meningkatkan kualitas sekaligus daya saing dengan sekolah umum.
- Penguatan kualitas madrasah antara lain dilakukan melalui pengembangan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia serta madrasah yang masuk dalam program pengembangan Sekolah Unggul Garuda Transformasi.
- Upaya meningkatkan kualitas tersebut juga dilakukan melalui pembenahan fasilitas pembelajaran.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai madrasah kini memiliki ruang yang semakin besar untuk meningkatkan kualitas sekaligus daya saing dengan sekolah umum.
Penguatan kualitas madrasah antara lain dilakukan melalui pengembangan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia serta madrasah yang masuk dalam program pengembangan Sekolah Unggul Garuda Transformasi.
“Madrasah sekarang sudah bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya. Yang juga penting, anak-anak madrasah tidak hanya kita persiapkan unggul secara akademik. Tetapi akhlakul karimah harus tetap menjadi kekuatannya,” kata Nasaruddin saat berkunjung ke Kantor Berita ANTARA di Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.
Upaya meningkatkan kualitas tersebut juga dilakukan melalui pembenahan fasilitas pembelajaran. Sepanjang 2025, sebanyak 74 madrasah menerima manfaat program revitalisasi sarana dan prasarana.
Pada tahun yang sama, Kementerian Agama memberikan sarana Tes Kemampuan Akademik (TKA) kepada 203 madrasah. Sebanyak 351 madrasah lainnya mendapatkan sarana Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
Kemenag juga menyalurkan 2.180 papan interaktif digital kepada 551 madrasah untuk mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi.
Dukungan terhadap siswa dan mahasiswa turut diperluas melalui bantuan pembiayaan pendidikan.
Sepanjang 2025-2026, sebanyak 5.180.170 siswa tercatat menerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP). Sementara itu, sebanyak 289.255 mahasiswa mendapatkan manfaat Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Nasaruddin mengatakan penguatan pendidikan tidak berhenti pada jenjang madrasah. Perguruan tinggi keagamaan juga didorong meningkatkan kualitas riset agar mampu menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kita selalu mengatakan, jangan sampai kita hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan. Kita harus menjadi produsen ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Penguatan kualitas madrasah juga berjalan beriringan dengan pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.
Kementerian Agama mengalokasikan Rp85,84 miliar pada Tahun Anggaran 2026 untuk memulihkan 490 madrasah terdampak bencana di wilayah Sumatera.
Anggaran tersebut digunakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi madrasah negeri maupun swasta yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Dari 490 madrasah penerima bantuan, sebanyak 167 merupakan madrasah negeri, sedangkan 323 lainnya merupakan madrasah swasta.
Program tersebut ditujukan untuk mengembalikan fasilitas pendidikan yang rusak sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan. “Saya berharap pembangunan ini dapat segera selesai sehingga pada Januari 2027 anak-anak sudah dapat kembali belajar di madrasah ini,” ujar Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Arskal Salim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....