Kemenag Gandeng Save the Children Perkuat Hak Anak di Madrasah

  • 22 Sep 2026 03:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Agama (Kemenag) bersama Save the Children Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat pendidikan berbasis nilai keagamaan, pemenuhan hak anak, dan kepedulian terhadap lingkungan di madrasah serta pesantren.
  • Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Kantor Kemenag, Jakarta, Senin, 21 September 2026.
  • Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan Kemenag dan Save the Children memiliki visi yang sejalan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) bersama Save the Children Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) guna memperkuat pemenuhan hak anak. Prosesi penandatanganan kesepakatan kemitraan strategis tersebut berlangsung di Kantor Kemenag, Jakarta, pada Senin, 21 September 2026.

Kerja sama terpadu ini diarahkan untuk memperkuat pendidikan nilai keagamaan serta kepedulian lingkungan di madrasah. Sinergi program tersebut juga menyasar lingkungan pesantren guna menjamin perlindungan menyeluruh bagi seluruh santri dan pelajar.

Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin menegaskan keselarasan visi kedua lembaga dalam memastikan masa depan generasi muda. Kemitraan ini sangat relevan dengan implementasi Kurikulum Cinta yang mengedepankan penghormatan mendalam terhadap nilai-nilai keberagaman.

“Kami sama-sama tahu bahwa Kementerian Agama dan Save the Children memiliki visi yang sama. Hal itu terkait bagaimana anak-anak Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan aman,” ujar Kamaruddin dihadapan RRI.co.id , Senin, 21 September 2026.

Kamaruddin menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut secara khusus dirancang untuk mengoptimalkan potensi peserta didik di lapangan. Pemerintah terus berikhtiar untuk memperkuat implementasi berbagai program pembinaan karakter di lingkungan satuan pendidikan keagamaan.

“Harapan kita anak-anak yang belajar di lembaga pendidikan keagamaan mendapatkan kesempatan yang baik untuk belajar dan tumbuh. Anak-anak juga diharapkan mendapatkan perlindungan, dan mendapatkan hak-haknya sebagai anak-anak Indonesia,” katanya.

CEO Save the Children Indonesia Dessy Kurwiany Ukar menegaskan komitmen lembaganya dalam membangun ekosistem perlindungan. Kemitraan ini melanjutkan berbagai praktik baik melalui program We See Equal, KREASI, hingga kegiatan Humanitarian.

“Kami terus mensinergikan program dengan prioritas Kementerian Agama, di antaranya Kurikulum Berbasis Cinta, Ekoteologi, serta Madrasah dan Pesantren Ramah Anak,” ujar Dessy.

Program tersebut mencakup penguatan kesetaraan gender, perlindungan anak, dukungan kesehatan mental, serta peningkatan literasi dan numerasi. Satuan pendidikan keagamaan juga dibekali ketangguhan dalam menghadapi ancaman bencana alam serta dampak perubahan iklim.

Berbagai praktik baik diharapkan terhubung dengan kebijakan kementerian agar dapat diterapkan di seluruh pelosok negeri. Kerja sama berkelanjutan tersebut diwujudkan melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik, penyusunan pedoman, serta integrasi program terpadu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....