Kemenag Izinkan Madrasah yang Terdampak Abu Vulkanik Sesuaikan Pembelajaran
- 07 Sep 2026 19:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenag memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan Islam menyesuaikan kegiatan belajar mengajar di wilayah yang terdampak abu vulkanik akibat erupsi gunung api.
- Fleksibilitas tersebut mencakup penyesuaian jadwal, tempat, hingga metode pembelajaran dengan mempertimbangkan kondisi dan tingkat keamanan di masing-masing wilayah.
- Satuan pendidikan Islam juga diminta menyediakan masker bagi warga sekolah, pesantren atau kampus.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan Islam menyesuaikan kegiatan belajar mengajar di wilayah yang terdampak abu vulkanik akibat erupsi gunung api. Fleksibilitas tersebut mencakup penyesuaian jadwal, tempat, hingga metode pembelajaran dengan mempertimbangkan kondisi dan tingkat keamanan di masing-masing wilayah.
"Langkah yang dapat dilakukan antara lain mengubah jam masuk dan pulang, mengurangi durasi pembelajaran tatap muka atau pengajian, memindahkan kegiatan ke lokasi yang lebih aman, membatasi kegiatan di luar ruangan. Hingga mengalihkan pembelajaran sementara ke pembelajaran jarak jauh," ujar Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno di Jakarta, Senin 7 September 2026.
"Apabila kondisi dinilai tidak aman, kegiatan tatap muka dapat dihentikan sementara," ujarnya menambahkan. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah antisipasi dampak erupsi sejumlah gunung api yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Diketahui, selain Gunung Anak Krakatau di Banten, aktivitas erupsi juga terjadi di Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur. Serta Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap kegiatan pendidikan, Kemenag menerbitkan Surat Edaran (SE) Dirjen Pendidikan Islam Nomor 6 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran pada Raudhatul Athfal/Madrasah, Pesantren, Satuan Pendidikan Keagamaan Islam, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang Terdampak Abu Vulkanik Aktivitas Gunung Berapi.
Melalui surat edaran tersebut, satuan pendidikan Islam diberikan kewenangan untuk menyesuaikan jadwal, lokasi, dan metode pembelajaran sesuai kondisi daerah masing-masing ketika terjadi erupsi gunung api. Selain pengaturan kegiatan pembelajaran, pimpinan satuan pendidikan Islam diwajibkan memastikan sarana dan prasarana dibersihkan dari paparan abu vulkanik.
Satuan pendidikan juga diminta menyediakan masker bagi warga sekolah atau kampus. Jenis masker yang dianjurkan antara lain N95, KN95, KF94, dan FFP2.
Masker medis dapat digunakan sebagai pengganti sementara apabila jenis masker tersebut belum tersedia. "Warga satuan pendidikan Islam juga diimbau menggunakan pakaian tertutup dan pelindung mata apabila harus beraktivitas di luar ruangan," kata Suyitno.
Ia menambahkan, pimpinan satuan pendidikan Islam juga diminta segera merujuk warga satuan pendidikan yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik ke fasilitas kesehatan. Gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai antara lain sesak napas, nyeri dada, serta mata terasa nyeri dan merah.
Jika mengalami gejala tersebut, yang bersangkutan diminta mendapatkan penanganan di puskesmas atau rumah sakit. Suyitno juga meminta pimpinan satuan pendidikan Islam memastikan informasi mengenai penyesuaian kegiatan pembelajaran disampaikan secara jelas kepada peserta didik, orang tua atau wali, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Informasi tersebut harus disampaikan secara tenang agar tidak menimbulkan kepanikan dan bersumber dari informasi resmi. "Kegiatan pembelajaran secara normal dapat dilaksanakan kembali setelah kondisi dinyatakan aman oleh instansi yang berwenang," ujarnya.
Suyitno berharap aktivitas gunung berapi segera mereda. Sehingga kondisi di wilayah terdampak kembali kondusif dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas seperti biasa.
"Kita berdoa semoga erupsi gunung berapi segera mereda dan keadaan kembali kondusif. Sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas sebagaimana biasanya," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....