Kemenko PMK Ajak Generasi Muda Terapkan Nilai Pancasila di Ruang Digital

  • 01 Okt 2026 13:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Prof. Warsito, menegaskan nilai Pancasila tetap relevan menghadapi perundungan, penghinaan, dan penyebaran informasi merugikan di media sosial.
  • Pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial secara bijak melalui PP Tunas, kesepakatan tujuh menteri, serta program penguatan etika berdigital dan ber-AI.
  • Penguatan karakter generasi muda berbasis Pancasila menjadi prioritas melalui keluarga, masyarakat, institusi pendidikan, ruang ibadah, dan ruang digital agar mereka mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri keindonesiaan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Prof. Warsito, menegaskan Pancasila tetap relevan menghadapi perkembangan zaman. Menurutnya, penerapan nilai-nilai Pancasila perlu menyesuaikan perubahan kehidupan sosial, termasuk maraknya perundungan dan penghinaan melalui media sosial.

Ia menilai, tindakan merendahkan, memfitnah, serta menyebarkan informasi yang merugikan orang lain bertentangan dengan nilai kemanusiaan dalam Pancasila. Fenomena tersebut menjadi pengingat bahwa sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, perlu diterapkan secara nyata dalam kehidupan digital.

"Pancasila di era kekinian secara substansi tentunya tidak mengalami perubahan, tetapi cara mengaktualisasikannya perlu beradaptasi dengan perkembangan masyarakat," ujarnya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Kamis, 1 Oktober 2026. Ia menjelaskan, menghormati martabat orang lain melalui perilaku bijak di media sosial merupakan bentuk pengamalan nilai kemanusiaan.

Terkait perlindungan generasi muda, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital telah menerbitkan PP Tunas. Selain itu, pemerintah juga menetapkan kesepakatan tujuh menteri mengenai pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial dalam dunia pendidikan.

Ia mengatakan, perkembangan teknologi digital tidak dapat dihindari karena telah menjadi bagian dari pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi secara bijak dengan memperhatikan etika, kecerdasan, serta tanggung jawab dalam setiap interaksi digital.

"Kami memiliki program bijak dan cerdas berdigital dan ber-AI, termasuk memastikan etika kehidupan sosial juga diterapkan di ruang digital," ucapnya. Ia menambahkan, penguatan karakter generasi muda menjadi prioritas agar mereka mampu menghadapi perubahan budaya tanpa kehilangan jati diri keindonesiaan.

Ia menegaskan, penguatan karakter berlandaskan Pancasila perlu dilakukan secara menyeluruh melalui keluarga, masyarakat, institusi pendidikan, hingga ruang ibadah. Pemerintah juga memperkuat pembinaan di ruang digital agar generasi muda tetap mencintai tanah air serta menjaga nilai kebangsaan di tengah keterbukaan informasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....