Pemerhati Sebut Pancasila Masih Penting Bagi Generasi Muda

  • 01 Okt 2026 13:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Akademisi Universitas Lambung Mangkurat Reja Fahlevi menekankan bahwa Pancasila tetap memiliki relevansi penting bagi generasi muda Indonesia.
  • Penerapan nilai-nilai Pancasila harus disampaikan menggunakan bahasa dan persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda agar mudah dipahami.
  • Pancasila merupakan kristalisasi dari nilai budaya bangsa dan tetap sesuai dengan kehidupan masyarakat Indonesia di era saat ini.

RRI.CO.ID, Jakarta - Akademisi Universitas Lambung Mangkurat, Reja Fahlevi, menyebut Pancasila masih penting bagi generasi muda. Menurutnya, penerapannya perlu disampaikan melalui bahasa dan persoalan yang dekat dengan kehidupan anak muda.

Implementasi Pancasila, kata dia, masih sesuai dengan kehidupan masyarakat saat ini. Ia menyebut, Pancasila merupakan bagian dari kristalisasi nilai budaya bangsa.

“Yang pertama, kalau kita berbicara terkait masalah implementasi Pancasila hari ini, itu masih sangat relevan untuk kita implementasikan. Karena Pancasila itu kan merupakan bagian dari kristalisasi nilai budaya bangsa kita,” ujar Reja dalam dialog Bersama RRI Pro 3, Kamis, 1 Oktober 2026.

Selanjutnya, Reja mengatakan, keadilan, kebebasan berpendapat, lingkungan, toleransi, dan kesetaraan dekat dengan anak muda. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut dapat menjadi bahan dialog untuk mengenalkan nilai Pancasila.

“Justru adalah tantangannya bagaimana Pancasila itu kita hadirkan dalam bahasa dan juga konteks yang sesuai dengan generasi mereka. Anak muda hari ini mungkin tidak selalu tertarik dengan ceramah panjang tetap Pancasila,” ujarnya.

Ia menilai, keteladanan menjadi bagian penting dalam penerapan Pancasila bagi generasi muda. Generasi terdahulu, kata dia, perlu memberikan contoh melalui kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Warsito, menyebut, nilai Pancasila tetap sesuai dengan perkembangan zaman. Ia menjelaskan penerapannya perlu menyesuaikan perkembangan masyarakat dan kehidupan sosial.

Selanjutnya, Warsito menyebut, perkembangan teknologi digital membawa benturan budaya, nilai, dan gaya hidup bagi anak muda. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan dalam menjaga karakter generasi muda.

“Karena globalisasi tidak hanya dalam perspektif fisik tapi juga perspektif ruang digital, maka tentu kita tidak bisa menghindari adanya benturan budaya, nilai dan gaya hidup khususnya di anak-anak muda. Dan ini adalah tantangan kita Bersama,” ucapnya.

Warsito mengajak masyarakat mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di tengah perkembangan era digital. Ia menekankan penerapannya perlu menyesuaikan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri bangsa. (Nadya Syifa Syauqiyah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....