Pemerintah Dorong Penggunaan AI yang Etis Sesuai Nilai Pancasila

  • 01 Okt 2026 13:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menekankan pentingnya penggunaan kecerdasan artifisial yang etis dengan berpedoman pada nilai-nilai Pancasila untuk melindungi karakter generasi muda.
  • Deputi Kemenko PMK Warsito menegaskan bahwa Pancasila tetap relevan dan tidak mengalami perubahan substansial meskipun perkembangan zaman terus berlanjut.
  • Upaya ini merupakan strategi pemerintah untuk menjaga jati diri dan karakter bangsa Indonesia di era transformasi digital dan perkembangan teknologi AI yang pesat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mendorong penggunaan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) secara etis dengan berpedoman pada nilai-nilai Pancasila. Upaya ini bertujuan menjaga karakter generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.

Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinasi (Kemenko) PMK, Warsito, mengatakan nilai Pancasila tetap relevan. Menurutnya, Pancasila tidak mengalami perubahan secara substansial meskipun zaman terus berkembang.

“Pancasila di era kekinian secara substansi tentunya tidak mengalami perubahan. Nilai-nilai nya tetap relevan di era kekinian,” ujarnya saat berbincang bersama RRI Pro3, Kamis, 1 Oktober 2026.

Warsito menjelaskan masyarakat perlu menyesuaikan penerapan nilai Pancasila dengan perkembangan kehidupan sosial. Ia mencontohkan nilai kemanusiaan melalui kebiasaan menghormati orang lain dan menghindari penyebaran informasi yang merugikan.

“Pemanfaatan digital dan kecerdasan artifisial di era kini itu tidak bisa dinafikan. Maka yang diperlukan adalah etika, kecerdasan, dan kebijaksanaan,” katanya.

Ia menyebut Kemenko PMK memiliki program ‘Bijak dan Cerdas Berdigital serta Ber-AI’. Program tersebut mendorong masyarakat menerapkan etika kehidupan sehari-hari ketika berinteraksi di ruang digital.

“Etika-etika di keseharian dalam kehidupan sosial juga terimplementasi di ruang digital. Masyarakat juga perlu menerapkan nilai Pancasila ketika berkomunikasi dan menggunakan teknologi,” ucapnya.

Menurutnya, globalisasi digital menghadirkan tantangan berupa pertemuan budaya, nilai, dan gaya hidup yang beragam. Karena itu, pemerintah memperkuat karakter generasi muda melalui keluarga, masyarakat, institusi pendidikan, dan ruang ibadah.

Pemerintah juga mendorong pendidik menyesuaikan pembelajaran Pancasila dengan perkembangan zaman. Ia mencontohkan pentingnya tanggung jawab, integritas, dan kejujuran ketika masyarakat menyampaikan informasi melalui media digital.

“Dalam perspektif era sekarang, menyampaikan informasi harus penuh tanggung jawab dan integritas. Selain itu, penyampaian informasi juga harus dilandasi kejujuran,” katanya.

Ia menambahkan, pembentukan karakter membutuhkan keteladanan dan pembiasaan dari berbagai pihak. Menurutnya, generasi muda perlu menilai keteladanan berdasarkan tindakan dan perilaku, bukan sekadar sosok tertentu.

Warsito mengajak masyarakat menjadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum memperkuat pengamalan nilai-nilai kebangsaan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga jati diri bangsa di tengah perkembangan era digital.

Sejalan dengan Warsito, Akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Reja Pahlevi, menilai Pancasila tetap relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Ia menjelaskan Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya bangsa Indonesia.

“Pancasila itu merupakan bagian dari kristalisasi nilai budaya bangsa kita. Masyarakat juga perlu menghadirkan nilai Pancasila melalui bahasa dan konteks yang dekat dengan generasi muda,” katanya.

Ia menambahkan generasi muda tidak cukup hanya menerima penjelasan mengenai Pancasila secara teoritis. Menurutnya, lingkungan sosial perlu memberikan contoh nyata penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Reja juga mengajak masyarakat menerapkan nilai Pancasila dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan kehidupan sosial. Ia menegaskan pembiasaan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. (Davina Keisha Salsabila)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....