Hari Kesaktian Pancasila, Menilik Sejarah dan Maknanya
- 01 Okt 2026 09:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober oleh masyarakat Indonesia sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah bangsa.
- Peringatan ini berkaitan erat dengan Gerakan 30 September 1965 yang menewaskan enam jenderal Angkatan Darat dan seorang perwira.
- Momentum Hari Kesaktian Pancasila digunakan untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
RRI.CO.ID, Jakarta – Hari Kesaktian Pancasila diperingati masyarakat Indonesia setiap tanggal 1 Oktober. Peringatan ini berkaitan dengan sejarah 1965 sekaligus menjadi momentum memperkuat nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa.
Peringatan tersebut berkaitan erat dengan Gerakan 30 September yang terjadi pada 1965. Peristiwa itu menewaskan enam jenderal Angkatan Darat dan seorang perwira yang kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi.
Melansir Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Yogyakarta serta Kementerian Agama NTT, berikut sejarah dan makna Hari Kesaktian Pancasila.
Sejarah Hari Kesaktian Pancasila
Peristiwa bermula pada malam 30 September 1965 ketika terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap sejumlah anggota TNI Angkatan Darat. Gerakan tersebut kemudian dikenal sebagai Gerakan 30 September atau G30S.
Mengenai peristiwa tersebut, terdapat perdebatan akademik mengenai pihak yang menjadi dalang serta motif Gerakan 30 September. Sementara, narasi pemerintahan Orde Baru mengaitkan peristiwa tersebut dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Dalam rangkaian peristiwa tersebut, tujuh anggota TNI Angkatan Darat menjadi korban. Pierre Andreas Tendean turut menjadi korban ketika berada di kediaman Jenderal TNI A.H. Nasution.
R. Soeprapto, Sutoyo Siswomiharjo, S. Parman, dan Pierre Andreas Tendean dibawa dalam keadaan hidup menuju kawasan Lubang Buaya. Sementara, Ahmad Yani, M.T. Haryono, dan D.I. Pandjaitan terbunuh ketika penculikan berlangsung di kediaman masing-masing.
Jenazah ketujuh korban kemudian ditemukan dari sebuah sumur di kawasan Lubang Buaya pada 4 Oktober 1965. Mereka selanjutnya dimakamkan secara kenegaraan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pada 5 Oktober 1965.
Ketujuh anggota TNI tersebut kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi. Gelar tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap mereka yang gugur dalam rangkaian peristiwa Gerakan 30 September.
Adapun tujuh Pahlawan Revolusi tersebut adalah:
Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani
Letnan Jenderal TNI (Anumerta) R. Soeprapto
Letnan Jenderal TNI (Anumerta) S. Parman
Mayor Jenderal TNI (Anumerta) M.T. Haryono
Mayor Jenderal TNI (Anumerta) D.I. Pandjaitan
Mayor Jenderal TNI (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo
Kapten Czi (Anumerta) Pierre Andreas Tendean
Penetapan Hari Kesaktian Pancasila
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila kemudian berkembang pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Mulanya, peringatan 1 Oktober diwajibkan bagi jajaran TNI Angkatan Darat sebelum kemudian dilaksanakan secara nasional.
Presiden Soeharto menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967 pada 27 September 1967. Keputusan tersebut menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila untuk diperingati masyarakat Indonesia.
Peringatan tersebut menjadi momentum mengenang tujuh anggota TNI yang gugur dalam rangkaian peristiwa 30 September 1965. Dalam perkembangannya, Hari Kesaktian Pancasila juga digunakan untuk meneguhkan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.
Rangkaian peringatan turut ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang setiap tanggal 30 September. Pengibaran tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para korban dalam peristiwa Gerakan 30 September.
Kemudian pada 1 Oktober, bendera Merah Putih dikibarkan satu tiang penuh. Tradisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap tahunnya.
Makna Hari Kesaktian Pancasila
Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa. Peringatan tersebut juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Salah satu maknanya adalah memberikan penghormatan terhadap para Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa 1965. Peringatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat nasionalisme dan komitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara.
Pancasila memuat nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan. Kelima nilai tersebut menjadi pedoman menjaga kehidupan masyarakat Indonesia yang memiliki beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang.
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi landasan moral dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sementara, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menekankan penghormatan terhadap martabat manusia dan nilai kemanusiaan.
Nilai Persatuan Indonesia menjadi pengikat masyarakat di tengah keberagaman bangsa. Adapun nilai kerakyatan menempatkan musyawarah sebagai bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Sementara, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia membawa cita-cita mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil dan sejahtera. Kelima nilai tersebut saling berkaitan sebagai landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pancasila dan Tantangan Zaman
Makna Kesaktian Pancasila juga berkaitan dengan kemampuan bangsa menjaga persatuan menghadapi berbagai perubahan. Nilai Pancasila tetap menjadi pedoman dalam menghadapi dinamika politik, sosial, budaya, maupun perkembangan zaman.
Karakter Pancasila yang inklusif dan terbuka memungkinkan Indonesia menjaga kebhinekaan dalam persatuan. Nilai gotong royong, kemanusiaan, musyawarah, persatuan, dan keadilan tetap dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat.
Karena itu, Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar peringatan terhadap peristiwa masa lalu. Momentum setiap 1 Oktober juga menjadi pengingat untuk menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memahami perjalanan sejarah bangsa. Pengamalan nilai Pancasila diharapkan terus memperkuat persatuan Indonesia menghadapi berbagai tantangan pada masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....