Komunitas Zapin Betawi Dukung Pengusulan Tari Zapin ke WBTb UNESCO
- 01 Okt 2026 06:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Zapin bukan sekadar tari, tetapi memiliki nilai budaya dan menjadi bagian dari identitas masyarakat yang diwariskan antargenerasi.
- Komunitas Zapin Betawi menyambut pengusulan Zapin ke UNESCO, yang dinilai dapat memperkuat hubungan masyarakat negara serumpun.
- Komunitas Zapin mendorong pelestarian lintas negara melalui pertunjukan, pembinaan generasi muda, serta kerja sama budaya berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Komunitas Zapin Betawi Ahmad Supandi menyebut Tari Zapin bukan sekadar gerakan, tetapi memiliki nilai budaya yang kuat. Menurutnya, Zapin juga menjadi bagian dari identitas masyarakat yang terus diwariskan melalui musik, gerakan, serta tradisi antargenerasi.
Ia menjelaskan, istilah Zapin berkaitan dengan gerakan kaki yang menjadi ciri khas dalam pertunjukan tari tradisional tersebut. Ia menilai kekuatan gerakan kaki membuat Tari Zapin memiliki karakter tersendiri dibandingkan bentuk tari tradisional lainnya di Indonesia.
"Zapin bukan sekadar gerak, tetapi melahirkan arah bagi bangsa yang ingin menjaga budaya agar tetap berakar kuat bersama. Kami bangga karena Tari Zapin memiliki karakter gagah dan tidak menonjolkan gerakan yang berlebihan dalam pertunjukannya," ujarnya saat menghadiri Taklimat Media: Pengusulan Intangible Cultural Heritage (ICH) Zapin, Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Selasa, 29 September 2026.
Ia mengatakan, pihaknta menyambut baik langkah Kementerian Kebudayaan yang menetapkan Zapin sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Menurutnya, rencana pengusulan Tari Zapin ke UNESCO menjadi kebanggaan bagi komunitas yang selama ini menjaga tradisi tersebut.
"Kami sangat bangga karena Tari Zapin berkembang dengan karakter berbeda di empat negara Asia Tenggara yang memiliki tradisi serumpun. Perbedaan tersebut menunjukkan kekayaan budaya, sehingga pengusulan bersama dapat memperkuat hubungan masyarakat melalui warisan budaya," katanya.
Ia menuturkan, komunitas Zapin Betawi juga memiliki pengalaman memperkenalkan musik tradisional hingga ke sejumlah negara Timur Tengah. Ia menyebut pihaknya pernah membawa musik Zapin ke Yaman dan tampil dalam berbagai kegiatan masyarakat setempat sebelumnya bersama.
Pengalaman tersebut, menurutnya, memperlihatkan bahwa Zapin dapat menjadi ruang pertukaran budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan seni Indonesia kepada dunia. Karena itu, komunitas ingin terus menjaga tradisi tersebut melalui pertunjukan, pembinaan generasi muda, dan kerja sama lintas negara berkelanjutan.
Ia berharap seluruh komunitas Zapin di Indonesia dan negara serumpun terus bergerak bersama menjaga keberlanjutan tradisi budaya tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan serta pemerintah Malaysia dan Singapura yang ikut memperjuangkan pengusulan tersebut bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....