Tari Zapin Betawi, Warisan Budaya Jakarta yang Dipengaruhi Tradisi Timur Tengah

  • 27 Apr 2026 15:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tari Zapin Betawi merupakan hasil akulturasi budaya Arab, Melayu, dan Betawi.
  • Ciri khas tarian ini terletak pada gerakan kaki yang ritmis dengan iringan musik bernuansa Islami.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tari Zapin Betawi merupakan salah satu tarian tradisional khas Jakarta yang mencerminkan perpaduan budaya Arab, Melayu, dan Betawi. Tarian ini dikenal sebagai bentuk akulturasi budaya yang berkembang di tengah masyarakat Betawi.

Melansir dari berbagai sumber, nama “zapin” berasal dari bahasa Arab zafana yang berarti gerakan tari yang cepat. Tarian ini awalnya dibawa oleh para pedagang Arab ke Nusantara dan berkembang di wilayah pesisir.

Seiring waktu, Zapin mengalami penyesuaian dengan budaya lokal hingga melahirkan Zapin Betawi yang memiliki ciri khas tersendiri. Tarian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga pernah digunakan sebagai media dakwah Islam.

Tari Zapin Betawi dahulu sering ditampilkan dalam berbagai acara sosial dan keagamaan. Di antaranya seperti pernikahan, khitanan, hingga perayaan Maulid Nabi.

Dalam pertunjukannya, Tari Zapin Betawi memiliki ciri khas pada gerakan kaki yang dominan dan ritmis. Gerakan tersebut biasanya membentuk pola tertentu seperti lingkaran dan garis lengkung.

Beberapa pola langkah yang umum digunakan antara lain langkah pokok, langkah konde, hingga gerakan putaran. Gerakan ini dilakukan secara lincah mengikuti irama musik pengiring.

Musik dalam Tari Zapin Betawi juga menjadi unsur penting yang memperkuat nuansa pertunjukan. Alat musik yang digunakan biasanya meliputi gambus, marwas, biola, suling, dan gendang.

Iringan musik tersebut umumnya disertai lantunan lagu bernuansa Islami. Hal ini menunjukkan kuatnya pengaruh budaya Timur Tengah dalam tarian ini.

Selain itu, Tari Zapin Betawi juga dikenal sebagai tari pergaulan yang bersifat interaktif. Dalam beberapa pertunjukan, penonton bahkan dapat diajak ikut menari bersama penampil.

Dari segi busana, penari pria biasanya mengenakan kopiah, baju kampret, celana batik, serta sarung. Sementara penari wanita menggunakan kebaya dengan tambahan kain dan selendang.

Keberadaan Tari Zapin Betawi hingga kini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai upaya pelestarian budaya. Tarian ini mencerminkan nilai kebersamaan, kegembiraan, serta unsur religius dalam kehidupan masyarakat Betawi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....