Menbud Fadli Beberkan Mekanisme Pengajuan WBTb Tari Zapin ke UNESCO
- 30 Sep 2026 00:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menbud Fadli menyebut Kemenbud telah mempercepat pendaftaran nominasi warisan budaya ke UNESCO sejak satu hingga dua tahun lalu melalui mekanisme nominasi tunggal, perluasan daftar, dan pengajuan bersama antarnegara.
- Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura menyiapkan nominasi multinasional Tari Zapin karena kesenian tersebut memiliki kesamaan sejarah serta beragam ekspresi budaya di setiap negara.
- Dialog pengusulan Tari Zapin bersama negara mitra telah dimulai sejak tahun lalu. Kemenbud masih mempersiapkan argumentasi pengajuan, sementara jadwal pasti pengusulan dan pengumuman UNESCO belum disampaikan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan mulai mempercepat pendaftaran nominasi Tari Zapin ke UNESCO sejak dua tahun lalu, setelah pemerintahan kebudayaan terbentuk. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menjelaskan proses tersebut mencakup mekanisme pengusulan, termasuk nominasi tunggal, perluasan daftar, serta pengajuan bersama antarnegara.
Pada mekanisme Single Nomination, setiap negara hanya dapat mengajukan satu nominasi dalam waktu dua tahun sesuai ketentuan UNESCO. Selain itu, terdapat Extension List, yakni mekanisme yang memungkinkan negara bergabung dengan warisan budaya telah diinskripsikan negara lain.
"Kami memang membuat percepatan pendaftaran nominasi di UNESCO sejak satu hingga dua tahun lalu, seiring hadirnya pemerintahan kebudayaan. Di UNESCO, terdapat pola pendaftaran atau inskripsi Warisan Budaya Takbenda, mulai nominasi tunggal hingga pengajuan bersama," katanya saat menghadiri Taklimat Media: Pengusulam Intangible Cultural Heritage (ICH) Zapin, Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Selasa, 29 September 2026.
Ia mencontohkan kolaborasi Indonesia dan Malaysia mengusulkan Makyong, kesenian yang berkembang di Kepulauan Riau dan telah diajukan Malaysia. Indonesia kemudian bergabung melalui Extension List, dengan harapan pengumuman UNESCO mengenai nominasi tersebut dapat berlangsung pada akhir tahun ini.
Berbeda dari nominasi tunggal, Joint Nomination atau Multinational Nomination melibatkan sedikitnya dua negara yang mengajukan warisan budaya bersama. Mekanisme ini digunakan ketika negara-negara memiliki kesamaan ekspresi budaya, tetapi warisan tersebut belum pernah tercatat dalam daftar UNESCO.
Ia menyebut pengajuan kebaya pada tahun lalu dan Zapin saat ini sebagai contoh nominasi bersama yang melibatkan negara. Indonesia tengah menyiapkan pengusulan ekspresi budaya lain, termasuk tradisi berbuka puasa dan perayaan Maulid Nabi bersama negara-negara terkait.
Menurutnya, tradisi berbuka puasa memiliki beragam ekspresi budaya di Indonesia dan juga dijalankan masyarakat di sejumlah negara. Selain itu, pemerintah mengajukan Semana Santa, perayaan Katolik yang berlangsung di Flores, Meksiko, dan Guatemala dengan nama serupa.
Berbagai pengajuan tersebut menunjukkan upaya pemerintah memperluas jalur pengakuan UNESCO bagi tradisi yang memiliki hubungan lintas negara budaya. Untuk Tari Zapin, ia mengatakan dialog dengan negara-negara mitra dimulai sejak tahun lalu, mengingat kesenian itu tersebar luas.
"Untuk Zapin ini, karena ini sudah di-list cukup banyak. Itu sudah mulai dilakukan dialog setiap tahun lalu," ucapnya.
Dialog tersebut menjadi bagian persiapan nominasi multinasional bersama Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura untuk Tari Zapin. Namun, ia belum merinci argumentasi yang akan disampaikan kepada UNESCO maupun jadwal pasti pengajuan dan pengumuman nominasi Tari Zapin.
Informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut agar masyarakat memperoleh gambaran tahapan pencalonan Tari Zapin sebagai warisan budaya. Penjelasan lebih lengkap diperlukan untuk memastikan kapan berkas diajukan dan kapan keputusan UNESCO diumumkan kepada negara-negara pengusul nantinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....