BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi 4 Meter 21-24 September, Cek Wilayahnya

  • 22 Sep 2026 08:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini, terkait potensi gelombang tinggi empat meter di sejumlah perairan Indonesia.
  • BMKG menjelaskan, pola angin di wilayah utara ekuator Indonesia bergerak dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6–25 knot.
  • Potensi angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten. Lalu Laut Natuna Utara dan Selat Makassar bagian selatan

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini, terkait potensi gelombang tinggi empat meter di sejumlah perairan Indonesia. Kondisi tersebut, diperkirakan berlangsung pada 21-24 September 2026 dan berpotensi memengaruhi keselamatan aktivitas pelayaran.

BMKG menjelaskan, pola angin di wilayah utara ekuator Indonesia bergerak dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6–25 knot. Sementara, di wilayah selatan ekuator, angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan yang juga mencapai 6–25 knot.

"Potensi angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten. Lalu Laut Natuna Utara dan Selat Makassar bagian selatan," kata BMKG dalam keterangan resminya, di Jakarta, Selasa, 22 September 2026.

Kondisi angin tersebut, BMKG mengatakan, dapat memicu peningkatan tinggi gelombang di berbagai wilayah perairan Indonesia. Gelombang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter, berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Selat Malaka bagian utara hingga perairan sekitar Papua.

Beberapa wilayah yang masuk dalam potensi gelombang 1,25–2,5 meter antara lain:

• Laut Natuna Utara

• Laut Jawa

• Selat Makassar

• Laut Sumbawa

• Laut Flores

• Teluk Bone

• Laut Maluku

• Laut Banda

• Laut Arafuru

• Samudra Pasifik utara Maluku

• Papua Barat Daya

• Papua Barat

• Papua.

Sementara itu, BMKG mengungkapkan, gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2,5–4 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Samudra Hindia. Area tersebut mencakup wilayah:

• Perairan barat Aceh

• Kepulauan Nias

• Kepulauan Mentawai

• Bengkulu

• Lampung

• Perairan selatan Banten

• Wilayah selatan Jawa Barat

• Jawa Tengah

• DI Yogyakarta

• Jawa Timur

• Bali

• Nusa Tenggara Barat

• Nusa Tenggara Timur.

Kondisi tersebut, BMKG menuturkan, membuat aktivitas pelayaran di sejumlah wilayah perlu dilakukan dengan kewaspadaan lebih tinggi.

BMKG mengingatkan gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang beraktivitas di laut.

Imbauan BMKG tersebut, terutama ditujukan kepada nelayan dan operator berbagai jenis kapal. Yakni, kapal-kapal yang melintasi wilayah dengan kondisi angin serta gelombang yang berpotensi membahayakan.

Untuk perahu nelayan, BMKG menyebutkan, kondisi perlu diwaspadai ketika kecepatan angin mencapai lebih dari 15 knot. Dan, tinggi gelombang berada di atas 1,25 meter.

"Sementara kapal tongkang perlu memperhatikan kondisi ketika angin lebih dari 16 knot dan gelombang melebihi 1,5 meter. Risiko juga perlu menjadi perhatian bagi kapal feri yang beroperasi dalam kondisi angin lebih dari 21 knot dan gelombang di atas 2,5 meter," ujar BMKG.

Adapun kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar, perlu mewaspadai kondisi ketika kecepatan angin melampaui 27 knot. Serta tinggi gelombang lebih dari 4 meter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....