Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter Potensi Terjadi di Wakatobi, Ini Imbauan BMKG

  • 13 Sep 2026 10:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti, potensi gelombang tinggi di perairan Indonesia. Terutama, di sejumlah perairan Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam tiga hari ke depan.
  • Gelombang tinggi tersebut, diperkirakan mencapai 1,25-2,5 meter, sehingga masyarakat pesisir dan pengguna jasa transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan.
  • Hasil analisis kondisi sinoptik menunjukkan pola angin umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan. Dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 20 knot

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti, potensi gelombang tinggi di perairan Indonesia. Terutama, di sejumlah perairan Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam tiga hari ke depan.

BMKG memperingatkan, adanya potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sulawesi Tenggara dalam tiga hari ke depan. Gelombang tinggi tersebut, diperkirakan mencapai 1,25-2,5 meter, sehingga masyarakat pesisir dan pengguna jasa transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan.

"Peringatan tersebut berlaku mulai Minggu (13/9/2026) pukul 08.00 WITA hingga Rabu (16/9/2026) pukul 08.00 WITA. Wilayah yang menjadi perhatian utama meliputi Perairan Baubau dan Perairan Wakatobi," kata BMKG dalam keterangannya seperti dilansir Antara, Minggu, 13 September 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Syamsuddin Jufri mengatakan, kondisi angin menjadi salah satu faktor utamanya. Karena, faktor angin berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan Sultra.

"Hasil analisis kondisi sinoptik menunjukkan pola angin umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan. Dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 20 knot," ucap Syamsuddin.

Dalam kondisi tertentu, ia menjelaskan, kecepatan angin diperkirakan dapat meningkat hingga 25 knot atau setara dengan 6 Skala Beaufort. Kondisi angin tersebut, berpotensi meningkatkan gelombang, terutama di Perairan Baubau, Wakatobi bagian timur, serta Laut Banda di sebelah timur Wakatobi.

BMKG juga memperkirakan, gelombang sedang hingga tinggi dapat terjadi di sejumlah perairan lainnya. Wilayah tersebut meliputi bagian barat Wakatobi, Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Buton, Laut Flores Selatan Buton, serta Laut Banda Timur Wawonii.

"Selain wilayah Baubau dan Wakatobi, baik bagian timur maupun barat, potensi gelombang sedang hingga tinggi tersebut juga berpeluang terjadi di Teluk Bone Barat Kabaena. Lalu, Perairan Buton, Laut Flores Selatan Buton, serta Laut Banda Timur Wawonii," ujar Syamsuddin.

Kondisi laut tersebut, ia menegaskan, perlu mendapat perhatian khusus dari para pelaku pelayaran. BMKG menilai, risiko keselamatan dapat meningkat, terutama bagi perahu nelayan tradisional dan kapal berukuran kecil yang lebih rentan terhadap angin kencang.

"Risiko terhadap keselamatan pelayaran sangat tinggi bagi perahu nelayan. Apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter," kata Syamsuddin.

Sementara itu, kapal tongkang juga memiliki ambang risiko tersendiri dalam kondisi cuaca tersebut. Risiko terhadap kapal jenis ini, dapat meningkat ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang berada pada kisaran 1,5 meter.

Peringatan tersebut, menjadi penting mengingat aktivitas masyarakat di wilayah Baubau, Wakatobi, dan perairan sekitarnya banyak bergantung pada transportasi laut. Nelayan dan operator kapal, diminta mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum memutuskan melakukan pelayaran.

"Kami mengimbau, masyarakat pesisir, nelayan, serta penyedia jasa transportasi laut untuk mengutamakan keselamatan selama periode peringatan. Pembaruan informasi mengenai kondisi cuaca dan gelombang juga perlu dipantau melalui kanal resmi BMKG," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....