WMO Ingatkan Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Ancam Kualitas Udara

  • 08 Sep 2026 16:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • WMO memperingatkan kebakaran hutan dan gelombang panas semakin mengancam upaya peningkatan kualitas udara global dan membahayakan kesehatan manusia serta ekosistem.
  • Organisasi Meteorologi Dunia menyoroti hubungan erat antara perubahan iklim dan polusi udara dalam Buletin Kualitas Udara dan Iklim tahunannya.
  • Badan PBB menyerukan kebijakan yang terkoordinasi untuk mengatasi persoalan perubahan iklim dan polusi udara secara bersamaan.

RRI.CO.ID, Jenewa — Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan kebakaran hutan dan gelombang panas mengancam kualitas udara global. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko terhadap kesehatan manusia dan kelestarian ekosistem.

Dalam Buletin Kualitas Udara dan Iklim tahunannya, WMO menyoroti hubungan erat perubahan iklim dengan polusi udara. Badan PBB tersebut menyerukan kebijakan terkoordinasi untuk menangani kedua persoalan secara bersamaan.

WMO mencatat peristiwa ekstrem akibat asap kebakaran hutan meningkat tiga kali lipat sejak 1990-an. Sebuah studi memperkirakan asap kebakaran berkontribusi terhadap hampir 100 ribu kematian tambahan setiap tahun.

Perkiraan tersebut mencakup periode 2010 hingga 2018. WMO menilai jumlah kematian akibat kebakaran hutan kemungkinan masih diremehkan.

Model risiko konvensional dinilai dapat meremehkan angka kematian akibat kebakaran hingga 93 persen. Kondisi itu terjadi karena toksisitas partikel halus PM2.5 belum diperhitungkan secara memadai.

WMO memperingatkan pemenuhan pedoman kualitas udara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) semakin sulit. Cuaca ekstrem pemicu kebakaran diperkirakan semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.

Selain kebakaran hutan, gelombang panas turut memperburuk polusi ozon di permukaan tanah. Suhu tinggi, udara stagnan, dan sinar matahari intens dapat meningkatkan pembentukan ozon.

WMO memperkirakan risiko kesehatan akibat paparan ozon akan semakin meningkat. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan puluhan ribu kematian dini tambahan.

WMO menyerukan peningkatan pemantauan terhadap berbagai polutan di atmosfer untuk menghadapi ancaman tersebut. Pemantauan perlu mencakup karbon hitam dan mikroplastik yang berada di atmosfer.

WMO menekankan perubahan iklim dan polusi udara harus ditangani melalui kebijakan yang terkoordinasi. Langkah tersebut penting untuk melindungi kesehatan manusia dan ekosistem di tengah meningkatnya cuaca ekstrem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....