Ini Rincian Data BGN Penyerapan Anggaran Program MBG hingga 16 September 2026

  • 21 Sep 2026 11:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BGN RI mencatat, penyerapan anggaran Program MBG telah mencapai Rp139,77 triliun hingga 16 September 2026. Angka tersebut, setara 63,89 persen dari pagu MBG tahun ini yang tersedia sebesar Rp218,77 triliun.
  • Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, realisasi anggaran tersebut berjalan bersamaan dengan proses penataan kembali tata kelola program.
  • Realisasi anggaran Program MBG sampai 16 September 2026 telah mencapai Rp139,77 triliun atau 63,89 persen dari pagu Rp218,77 triliun.

RRI.CO.ID, Jakarta - BGN RI mencatat, penyerapan anggaran Program MBG telah mencapai Rp139,77 triliun hingga 16 September 2026. Angka tersebut, setara 63,89 persen dari pagu MBG tahun ini yang tersedia sebesar Rp218,77 triliun.

Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, realisasi anggaran tersebut berjalan bersamaan dengan proses penataan kembali tata kelola program. Pembenahan dilakukan, guna memastikan penerima manfaat lebih tepat sasaran sekaligus menjaga kesiapan SPPG dalam memberikan layanan.

“Realisasi anggaran Program MBG sampai 16 September 2026 telah mencapai Rp139,77 triliun atau 63,89 persen dari pagu Rp218,77 triliun. Pada saat yang sama, kami terus melakukan pembenahan tata kelola agar pelaksanaan program semakin tepat sasaran dan kualitas layanannya tetap terjaga,” kata Sudaryono dalam keterangannya, di Jakarta, dikutip Senin, 21 September 2026.

Besarnya anggaran MBG tersebut merupakan bagian dari pagu BGN yang telah mengalami penajaman belanja. Dari total pagu Program Pemenuhan Gizi Nasional Rp221,30 triliun, sebanyak Rp218,77 triliun (98,86 persen) dialokasikan untuk MBG.

Secara keseluruhan, BGN memiliki pagu anggaran Rp229,75 triliun setelah dilakukan penajaman belanja. Hingga 16 September 2026, realisasi anggaran lembaga tersebut mencapai Rp143,04 triliun (63,83 persen).

Dengan realisasi Program Pemenuhan Gizi Nasional sebesar 63,89 persen dan Dukungan Manajemen sebesar 60,71 persen. Di sisi penerima manfaat, data per 31 Agustus 2026 menunjukkan MBG telah menjangkau 56,99 juta orang.

Jumlah tersebut, mencapai 76,45 persen dari target 74,56 juta penerima manfaat yang ditetapkan untuk program tersebut. BGN menjelaskan, angka penerima manfaat dan realisasi anggaran tidak menggunakan tanggal cut-off yang sama.

Perbedaan tersebut, berkaitan dengan proses sinkronisasi data penerima manfaat yang dilakukan secara berkala untuk menjaga akurasi dan akuntabilitas pencatatan program. Dalam proses pembenahan itu, BGN juga melakukan perubahan sasaran penerima MBG.

Sebanyak 1.653 satuan pendidikan dikeluarkan dari daftar penerima dan layanan selanjutnya diarahkan kepada kelompok yang dianggap lebih membutuhkan. Termasuk, masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T serta daerah dengan kebutuhan intervensi gizi yang lebih tinggi.

Sudaryono menyebutkan, perubahan sasaran tersebut merupakan bagian dari refocusing program, bukan penghentian pelaksanaan MBG. Menurutnya, perluasan penerima manfaat akan tetap dilakukan secara bertahap setelah kesiapan layanan di masing-masing wilayah terpenuhi.

“Refocusing ini kami lakukan agar program semakin tepat sasaran. Jadi, selisih terhadap target penerima manfaat bukan berarti program berhenti,” ucap Sudaryono.

Ia menambahkan, penataan tersebut merupakan bagian dari upaya agar ekspansi MBG berjalan lebih tepat sasaran, aman, akuntabel, dan berkelanjutan. Dari sisi anggaran, pagu awal penyaluran MBG melalui mekanisme Bantuan Pemerintah (Banper) tercatat sebesar Rp248,29 triliun.

Setelah dilakukan penajaman belanja sebesar Rp29,51 triliun, jumlah anggaran yang tersedia untuk MBG menjadi Rp218,77 triliun. Dengan realisasi mencapai Rp139,77 triliun, masih tersedia sekitar Rp79 triliun untuk mendukung pelaksanaan MBG sampai akhir 2026.

BGN menyatakan, penggunaan anggaran tersebut akan berjalan seiring dengan perluasan penerima manfaat yang dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan kesiapan layanan. BGN menegaskan bahwa perluasan program tidak hanya mempertimbangkan jumlah penerima yang harus dicapai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....