57 Pelajar di Kendari Keluhkan Kesehatan Usai Santap MBG, BGN Investigasi

  • 20 Sep 2026 19:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BGN melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti 57 pelajar mengalami keluhan kesehatan setelah pelajar menyantap MBG yang didistribusikan SPPG Watubangga Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
  • Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari Mulyadi mengatakan investigasi akan dilakukan secara menyeluruh.
  • BGN meminta seluruh SPPG di Sulawesi Tenggara memperketat pengawasan terhadap standar keamanan pangan.

RRI.CO.ID, Kendari - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti 57 pelajar mengalami keluhan kesehatan. Ini terjadi setelah pelajar menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan SPPG Watubangga Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari Mulyadi mengatakan investigasi dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari proses pengadaan bahan pangan, penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pemrosesan hingga pendistribusian makanan.

"Investigasi dan evaluasi dilakukan untuk mencari penyebab kelalaian dalam pelayanan makan bergizi yang tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari BGN," kata Mulyadi di Kendari, Minggu 20 September 2026. Menurutnya, sampel makanan yang dibagikan kepada para pelajar pada Jumat (18/9) telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sampel tersebut juga telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Sulawesi Tenggara untuk dilakukan pengujian. Selain itu, petugas Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) turut mengambil sampel makanan di SPPG Watubangga Baruga.

"Saat ini sedang dilakukan uji laboratorium sampel makanan guna mengetahui penyebab utama kejadian itu," ujarnya. Mulyadi mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi bagian penting dalam mengungkap sumber masalah dalam pelayanan MBG tersebut.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang di SPPG lainnya, BGN juga meminta seluruh SPPG di Sulawesi Tenggara memperketat pengawasan terhadap standar keamanan pangan. Pengawasan mencakup kualitas bahan pangan sebelum diolah hingga makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.

BGN juga meminta setiap SPPG konsisten menerapkan seluruh ketentuan pelayanan makanan sesuai SOP yang telah ditetapkan, tanpa menambah maupun mengurangi ketentuan tersebut. Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan sekaligus Sekretaris Satgas MBG Kota Kendari Abdul Rauf mengatakan pemerintah kota siap berkoordinasi dengan SPPG dalam pengawasan pangan untuk mendukung pelaksanaan program MBG.

Pengawasan dilakukan sejak bahan pangan diterima, termasuk memastikan kelayakan dan kualitas beras, sayuran, daging, serta ikan sebelum digunakan dan didistribusikan melalui SPPG. "Yang pasti pemkot selalu meminta koordinasi dengan SPPG kalau ada pangan yang tidak layak dan kami meminta semua dilakukan sesuai SOP dari BGN," kata Rauf.

Ia juga mengapresiasi kesigapan petugas medis, aparat TNI-Polri, serta SPPG dalam menangani para pelajar yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG. Pemeriksaan sampel makanan masih berlangsung untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....