BGN Prioritaskan Wilayah 3T dan Stunting Tinggi dalam Ekspansi MBG
- 17 Sep 2026 17:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BGN menyatakan akan memprioritaskan wilayah 3T dan daerah dengan stunting tinggi dalam ekspansi MBG.
- Perluasan layanan dilakukan bertahap dengan memperhatikan kesiapan, sanitasi, dan keamanan pangan.
- Setelah wilayah paling membutuhkan terpenuhi, layanan diperluas ke daerah lainnya, termasuk Pulau Jawa.
RRI.CO.ID, Jakarta - BGN menyatakan akan memprioritaskan perluasan layanan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T. Prioritas tersebut juga diberikan kepada daerah dengan tingkat stunting tinggi dan sangat tinggi.
Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, ekspansi layanan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan wilayah. Ini termasuk pemenuhan standar perizinan, sanitasi, kualitas, dan keamanan pangan.
Menurutnya, program MBG tidak langsung diperluas ke seluruh wilayah secara serentak. BGN terlebih dahulu melakukan pembinaan dan memastikan kesiapan layanan sebelum program dijalankan.
“Dari wilayah-wilayah terluar, kemudian ke wilayah-wilayah lain yang memang membutuhkan, termasuk di Pulau Jawa. Kita mulai tahapnya dari yang paling membutuhkan lebih dahulu,” ucapnya, dalam Rapat bersama Komisi IX DPR RI, di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Sudaryono menyebut wilayah 3T, pesantren, serta daerah dengan tingkat stunting tinggi dan sangat tinggi menjadi bagian dari prioritas. Setelah wilayah yang paling membutuhkan terpenuhi, layanan akan diperluas ke daerah lainnya, termasuk di Pulau Jawa.
Ia menegaskan, strategi tersebut dilakukan agar ekspansi MBG lebih tepat sasaran. Pihaknya juga memastikan setiap perluasan layanan tetap memperhatikan kualitas layanan serta keamanan pangan bagi penerima manfaat.
Adapun, pagu anggaran BGN 2027 ditetapkan Rp240,52 triliun setelah mengalami penyesuaian dari pagu indikatif sebelumnya sebesar Rp270 triliun. Sudaryono mengatakan, penyesuaian tersebut merupakan hasil efisiensi anggaran sebesar sekitar Rp30 triliun.
Ia menjelaskan, dari total anggaran Rp240,52 triliun, sebesar Rp232,88 triliun dialokasikan untuk program pemenuhan gizi nasional. Angka ini diperkirakan sekitar 96,90 persen dari keseluruhan anggaran.
Sementara, sekitar Rp7,33 triliun atau sekitar tiga persen dialokasikan untuk dukungan manajemen. Ia menegaskan penggunaan anggaran BGN 2027 akan diarahkan agar efektif, efisien, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....