BGN Siapkan Lokapasar Bahan Baku MBG, Pasokan Ayam jadi Sorotan
- 20 Sep 2026 11:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BGN RI menyiapkan, gagasan membangun 'marketplace' (lokapasar khusus) bahan baku untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, keberadaan marketplace dapat menjadi salah satu cara untuk mengawasi bahan baku yang masuk ke dapur MBG.
- Makanya salah satu caranya saya mau membangun marketplace supaya bisa dikontrol
RRI.CO.ID, Jakarta - BGN RI menyiapkan, gagasan membangun 'marketplace' (lokapasar khusus) bahan baku untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Platform tersebut, ditujukan untuk membantu mengontrol kualitas sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan yang digunakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, keberadaan marketplace dapat menjadi salah satu cara untuk mengawasi bahan baku yang masuk ke dapur MBG. Dengan sistem tersebut, bahan pangan yang digunakan diharapkan memiliki kualitas lebih baik dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.
"Makanya salah satu caranya saya mau membangun marketplace supaya bisa dikontrol," kata Sudaryono dalam keterangannya seperti di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jawa Timur, dikutip Minggu, 20 September 2026. Menurut Sudaryono, kualitas bahan baku menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga mutu makanan yang diproduksi SPPG.
Bahan pangan yang diterima dalam kondisi segar, ia menilai, dapat mengurangi potensi munculnya persoalan selama proses penyediaan makanan bagi penerima manfaat. Marketplace tersebut, juga dirancang untuk membantu menjaga ketersediaan berbagai komoditas yang diperlukan dapur MBG.
BGN, kata Sudaryono, ingin memastikan bahan pangan yang digunakan untuk membuat MBG tersedia dengan kualitas yang sesuai standar dan layak dikonsumsi. Sudaryono mencontohkan persoalan pasokan ayam yang terjadi di sejumlah daerah di luar Pulau Jawa.
Menurut dia, terdapat beberapa kabupaten yang memiliki keterbatasan stok ayam beku maupun ayam dingin. Sehingga, SPPG berpotensi mendapatkan bahan yang kualitas kesegarannya tidak optimal.
"Ada daerah di luar Jawa, beberapa kabupaten itu stok ayam frozen atau ayam dinginnya hampir tidak ada. Sehingga kemudian menyebabkan orang membelinya asal, kadang ayamnya sudah tidak fresh dan lain sebagainya," ucap Sudaryono.
Selain aspek keamanan dan kualitas pangan, ia menuturkan, BGN juga mempertimbangkan dampak program MBG terhadap perputaran ekonomi. Pengelolaan program berskala besar seperti MBG, perlu memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan bahan pangan dan kondisi pasar.
"Saya sudah ketemu dengan asosiasi pasar, masalahnya (harga) ayamnya tinggi namun telor murah. MBG ini emerging market, jadi dia mendistorsi pasar," ujar Sudaryono.
Karena itu, gagasan marketplace bahan baku diharapkan dapat membantu BGN mengelola kebutuhan komoditas MBG secara lebih terstruktur. Sistem tersebut juga diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan dapur SPPG dengan ketersediaan bahan pangan sehingga persoalan pasokan dapat ditekan.
Gagasan tersebut, disampaikan Sudaryono dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 17 September 2026. Dalam rencana awal, terdapat tujuh komoditas pangan yang akan menjadi prioritas dalam sistem tersebut.
Ketujuh komoditas itu meliputi beras, minyak goreng, ayam, telur, daging, ikan, dan susu. Komoditas tersebut merupakan bahan pangan utama yang dibutuhkan untuk mendukung penyediaan menu MBG di berbagai wilayah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....