Mentan Tindaklanjuti Keluhan Mahasiswa Soal Pupuk di Kampar
- 18 Sep 2026 17:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mentan Amran langsung menindaklanjuti keluhan mahasiswa UMRI terkait kesulitan memperoleh pupuk
- Mahasiswa menyampaikan kebutuhan pupuk untuk pertanian sayuran di Kabupaten Kampar
- Amran meminta jajarannya memastikan kebutuhan pupuk mahasiswa segera dipenuhi
- Amran meminta nomor kontak mahasiswa untuk mempercepat tindak lanjut kebutuhan pupuk
- Amran mendorong generasi muda menjadikan pertanian sebagai peluang usaha dan profesi
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menindaklanjuti keluhan mahasiswa UMRI terkait kesulitan memperoleh pupuk. Amran meminta jajarannya memastikan kebutuhan pupuk untuk pertanian sayuran di Kabupaten Kampar segera dipenuhi.
Keluhan tersebut disampaikan seorang mahasiswa setelah Amran memberikan kuliah umum dalam kegiatan PKKMB dan MASTA UMRI. Mahasiswa itu menghampiri Amran saat hendak meninggalkan lokasi acara di Pekanbaru, Kamis, 17 September 2026.
“Sayur lagi gantung itu, Pak, susahnya mencari pupuk. Terutama kalau sudah membutuhkan pupuk dalam jumlah banyak,” ujar mahasiswa tersebut.
| Baca juga: Tips Ubah Sampah Jadi Pupuk Kompos |
Mahasiswa itu juga menyampaikan sejumlah tantangan pertanian di Kabupaten Kampar. Banjir menjadi salah satu persoalan yang dapat memengaruhi hasil usaha tani keluarganya.
Amran kemudian menanyakan lokasi pertanian yang dikelola mahasiswa tersebut. Setelah mengetahui lokasinya di Kampar, Amran memastikan kebutuhan pupuk segera ditindaklanjuti.
“Insyaallah pasti dikirim pupuk. Oke, nanti pupuk diamankan,” ujar Amran.
Amran meminta mahasiswa tersebut berkoordinasi dengan pejabat yang menangani kebutuhan pupuk. Ia juga meminta nomor kontak mahasiswa agar kebutuhan tersebut segera ditindaklanjuti.
“Oke, nanti pupuk. Amankan. Ini ambil nomor HP-nya,” kata Amran.
Amran menegaskan pemerintah harus hadir memberikan pelayanan ketika masyarakat menyampaikan persoalan di lapangan. Ia juga menilai mahasiswa yang mulai terjun ke pertanian perlu mendapat dukungan.
“Nggak boleh. Kami ini pelayan rakyat. Kami pelayan mahasiswa. Jiwa ragaku untuk rakyat Indonesia, untuk mahasiswa Indonesia,” ujar Amran.
Amran juga mendorong mahasiswa tersebut melanjutkan kegiatan pertaniannya. Ia menilai generasi muda dapat mengembangkan pertanian dengan pendekatan kewirausahaan.
“Kamu nanti jadi petani, ya? Tapi petani yang berdasi kayak kalian sekarang,” kata Amran. Mahasiswa tersebut menyatakan siap dan Amran menyebut generasi muda dapat menjadi bos di sektor pertanian.
Menurut Amran, sektor pertanian memiliki peluang ekonomi bagi generasi muda. Karena itu, mahasiswa didorong mengembangkan pertanian dengan pengetahuan dan kemampuan usaha.
Amran menegaskan petani tidak boleh kesulitan mendapatkan pupuk ketika kebutuhan tersedia. Ia juga menyatakan akan menindak pengelola pupuk yang tidak memberikan pelayanan sesuai ketentuan.
“Yang kemarin jual mahal pupuk, kemudian tidak diberikan pupuk, manajernya ugal-ugalan. Saya beri hadiah copot di tempat,” ucap Amran.
Respons tersebut menunjukkan tindak lanjut pemerintah terhadap persoalan pupuk yang disampaikan langsung oleh mahasiswa. Dukungan kepada mahasiswa yang bertani juga menjadi bagian dari upaya mendorong regenerasi petani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....