Tips Ubah Sampah Jadi Pupuk Kompos
- 21 Agt 2026 02:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Daun kering di halaman rumah dapat dimanfaatkan menjadi kompos melalui proses penguraian bahan organik yang dilakukan oleh mikroorganisme.
- Kompos adalah pupuk yang berasal dari bahan organik seperti dedaunan dan jerami yang telah terurai menjadi bahan yang lebih sederhana.
- Memanfaatkan daun kering sebagai kompos merupakan alternatif pengelolaan sampah sekaligus menghasilkan pupuk alami untuk kebutuhan tanaman di rumah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Jika anda suka berkebun, tentu ingin tanaman anda subur dengan daun yang lebat dan buah yang bergelantungan. Untuk itu tentu tanaman harus dipupuk dengan baik.
Mendengar kata pupuk, orang seringkali berpikir bahwa pupuk itu harus buatan pabrik yang mahal. Padahal apa yang ada disekitar kita bisa menjadi pupuk yang murah, bahkan gratis.
Perhatikan disekitar kita. Jika kita memasak di dapur, biasanya ada sisa sayuran yang terbuang, ada kulit buah yang tersisa. Jika kita makan ada sisa nasi, sisa sayur yang masuk sampah. Jika kita punya tanaman di halaman rumah, ada daun kering yang jatuh.
Sisa sayuran di dapur, sisa makanan dan daun kering dihalaman bisa kita kumpulkan dalam satu tempat penampungan. Tempat itu bisa tong sampah, atau di atas tanah di sudut halaman. semuanya itu dapat dimanfaatkan menjadi kompos melalui proses penguraian bahan organik. Cara tersebut dapat menjadi alternatif pengelolaan sampah daun sekaligus menghasilkan pupuk untuk tanaman.
Melansir dari "Jurnal Masyarakat Madani Indonesia," kompos adalah hasil pelapukan bahan organik seperti dedaunan dan jerami. Proses pembuatannya melibatkan aktivitas mikroba yang menguraikan sisa makanan/ sayuran menjadi bahan lebih sederhana.
Sebelum diolah, daun kering perlu dipilah dari ranting, batu, plastik dsb. Pemilahan membantu memastikan bahan yang masuk dalam proses pengomposan merupakan sampah organik.
Selain membantu mengurangi penumpukan sampah, kompos juga menjadi pilihan pupuk yang dapat digunakan kembali. Pemanfaatan tersebut turut mengurangi pengeluaran untuk membeli pupuk buatan pabrik dalam kegiatan berkebun maupun pertanian.
Daun atau sayuran yang terbuang bisa dicacah agar lebih cepat terurai. Setelah itu, daun, sayuran dan makanan sisa tersebut dapat dicampurkan dengan bioaktivator atau Mikroorganisme Lokal (MOL).
MOL merupakan cairan fermentasi yang mengandung mikroorganisme pengurai dan dapat dibuat dari bahan organik di sekitar. Bahan tersebut antara lain air cucian beras, nasi basi, dan bonggol pisang. Olah karena itu, jika anda mencuci beras sebelum menanak nasi, maka air cucian beras tadi jangan dibuang. Kumpulkan air cucian beras itu dalam suatu wadah, misalnya dalam galon bekas air mineral.
Kompos matang ditandai warna cokelat kehitaman, tekstur remah, bentuk gembur, dan tidak mengeluarkan bau menyengat. Kompos daun kering ini terbukti mampu menyuburkan tanah, menjaga kandungan air, sekaligus membantu tanaman lebih tahan terhadap penyakit.
Pemanfaatan sampah menjadi kompos merupakan edukasi lingkungan kepada masyarakat luas. Warga didorong agar tidak lagi membakar atau membuang daun kering sembarangan, melainkan mengolahnya menjadi pupuk organik.
Kebiasaan ini juga penting untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik (pupuk pabrikan) yang dapat merusak struktur dan pH tanah. Dengan langkah sederhana dan biaya minim, sampah dan daun daun kering di halaman rumah dapat diubah menjadi kompos yang bermanfaat. (Shafa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....