Kemenperin Perkuat Mutu Industri Pupuk, Dukung Ketahanan Pangan

  • 16 Agt 2026 11:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Perindustrian memperkuat penerapan standardisasi dan jaminan mutu industri pupuk untuk meningkatkan daya saing produk nasional.
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa standar dan jaminan mutu adalah fondasi penting dalam membangun industri yang tangguh.
  • Penguatan industri pupuk melalui standardisasi merupakan bagian integral dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional jangka panjang.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian memperkuat penerapan standardisasi dan jaminan mutu industri pupuk untuk meningkatkan daya saing. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan industri nasional sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan penerapan standar dan jaminan mutu merupakan fondasi penting dalam membangun industri tangguh. Hal tersebut mencakup sektor strategis seperti industri pupuk yang berperan mendukung ketahanan pangan nasional.

“Penerapan standardisasi dan jaminan mutu produk bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi strategi penting meningkatkan kepercayaan pasar. Langkah tersebut sekaligus memperkuat daya saing industri nasional, baik di pasar domestik maupun global,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Sebagai tindak lanjut, Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Pontianak melaksanakan audiensi dengan PT Garuda Mas Borneo. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penerapan sertifikasi produk pupuk dan memperkuat layanan jasa industri.

Pembahasan mencakup peluang kerja sama peningkatan mutu melalui penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan mekanisme sertifikasi. Selain itu, kedua pihak membahas layanan pengujian laboratorium serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan teknis.

Kepala BSKJI Emmy Suryandari menyampaikan layanan jasa industri UPT menjadi instrumen penting meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional. Layanan tersebut meliputi standardisasi, pengujian, sertifikasi, inspeksi teknis, hingga pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

“Unit Pelaksana Teknis BSKJI terus meningkatkan kualitas layanan melalui inovasi jasa industri, standardisasi, pengujian, sertifikasi, inspeksi, kompetensi SDM. Langkah ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi pelaku industri sekaligus mendukung pertumbuhan industri nasional yang semakin kompetitif,” ujar Emmy.

Emmy menjelaskan penerapan standardisasi menjadi instrumen penting memastikan produk industri memenuhi persyaratan mutu, keamanan, dan konsistensi kualitas. Pemenuhan persyaratan tersebut membuat produk industri mampu bersaing di pasar global.

Sementara itu, Kepala BSPJI Pontianak Ahmad Nashoruddin Muammar mengatakan sinergi dunia usaha menjadi komitmen memberikan pendampingan kepada industri. Pendampingan tersebut dilakukan agar pelaku industri mampu memenuhi berbagai persyaratan standar dan sertifikasi secara lebih efektif.

“Kolaborasi ini menjadi langkah awal yang positif dalam membangun ekosistem industri yang semakin kuat di Kalimantan Barat. Kami siap mendukung pelaku industri melalui pengujian, sertifikasi, konsultansi teknis, dan peningkatan kompetensi SDM agar produk semakin berkualitas,” ujar Ammar.

Ammar menambahkan, industri pupuk merupakan sektor strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional. Karena itu, penerapan standar serta sertifikasi produk menjadi faktor penting dalam menjamin mutu pupuk yang beredar di masyarakat.

Melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, BSPJI Pontianak berharap pelaku industri memanfaatkan layanan standardisasi, pengujian, sertifikasi, pelatihan Kementerian Perindustrian. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk industri nasional sekaligus memperkuat ekosistem industri yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....