Mentan Copot Manajer Pupuk Banggai karena Tak Bantu Petani

  • 11 Sep 2026 23:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mentan Andi Amran Sulaiman mencopot manajer pupuk di Kabupaten Banggai
  • Pencopotan dilakukan karena petani kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi
  • Amran menilai petugas pupuk tidak membantu petani mengatasi kendala administrasi
  • Petugas diminta aktif mendata dan membantu petani yang belum tergabung kelompok tani
  • Amran menegaskan akses pupuk harus dipastikan bagi petani yang membutuhkan

RRI.CO.ID, Banggai - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mencopot manajer pupuk di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Pencopotan dilakukan setelah Amran menemukan petani kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi karena belum tergabung dalam kelompok tani.

Amran menemukan persoalan tersebut saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Banggai, Kamis, 10 September 2026. Ia menilai petugas pupuk seharusnya aktif membantu petani menyelesaikan kendala administrasi.

“Bapak ini tidak punya kelompok. Tapi manajer pupuk tidak bisa membantu untuk membuatkan kelompok,” ucap Amran.

Amran menegaskan persoalan administrasi tidak boleh menjadi penghalang petani memperoleh pupuk bersubsidi. Petugas diminta mendata dan membantu petani yang belum tergabung kelompok tani agar dapat terlayani sesuai ketentuan.

“Anda digaji untuk melayani rakyat, bukan bergaya. Datangi petani. Saya saja menteri datang ke petani,” kata Amran.

Menurut Amran, jajaran yang bertugas di lapangan harus aktif mendatangi petani dan menyelesaikan persoalan tanpa menunggu keluhan. Ia juga meminta pemerintah daerah turut mengawasi pelayanan pupuk kepada petani.

Amran meminta persoalan tersebut segera diselesaikan dan tidak kembali ditemukan petani yang kesulitan memperoleh pupuk. Ia menegaskan akses pupuk harus dipastikan bagi petani yang membutuhkan.

“Selesaikan. Jangan ada petani yang berteriak seperti itu,” ujarnya.

Amran menegaskan keberhasilan kebijakan pupuk tidak cukup diukur dari ketersediaan stok. Menurutnya, ukuran utama adalah pupuk benar-benar dapat diakses petani saat dibutuhkan.

Karena itu, Amran meminta seluruh jajaran pupuk aktif turun ke lapangan dan membantu petani menghadapi berbagai kendala. Pencopotan manajer pupuk di Banggai menjadi bentuk ketegasan terhadap jajaran yang tidak menjalankan fungsi pelayanan kepada petani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....