Ratusan Peserta Ikuti Kapolri Cup II 2026 di Cikeas

  • 17 Sep 2026 16:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kapolri Cup II 2026 diikuti 382 peserta dari 156 tim dengan keterlibatan 20 negara.
  • Kejuaraan berlangsung 17–20 September 2026 di Wind Tunnel Korps Brimob Polri, Cikeas.
  • Kompetisi diarahkan memperkuat pembinaan dan daya saing indoor skydiving Indonesia di tingkat internasional.

RRI.CO.ID, Bogor – Sebanyak 382 peserta dari 156 tim mengikuti Kapolri Cup II 2026 di Cikeas, Kabupaten Bogor. Kejuaraan internasional tersebut berlangsung di Wind Tunnel Korps Brimob Polri, Cikeas dari tanggal 17 hingga 20 September 2026

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo secara langsung membuka kejuaraan tersebut menggantikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam sambutannya, Dedi menyoroti perkembangan indoor skydiving Indonesia yang terus menunjukkan prestasi membanggakan.

“Kapolri Cup II diharapkan menjadi akselerator pembinaan atlet, pemecahan rekor-rekor baru, serta penguat daya saing dirgantara Indonesia. Kejuaraan ini diharapkan membawa olahraga dirgantara Indonesia semakin kompetitif di kancah global,” ujarnya kepada wartawan di Wind Tunnel Korps Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Kamis, 17 September 2026.

Kapolri Cup II tidak hanya diikuti atlet Indonesia, tetapi juga menghadirkan peserta dari berbagai negara. Sebanyak 89 atlet dan ofisial mancanegara dari sembilan negara turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Mereka berasal dari China, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Polandia, Rusia, Singapura, dan Thailand. Kehadiran peserta mancanegara membuat persaingan semakin kuat sekaligus mempertegas skala internasional kejuaraan di Cikeas.

Atmosfer internasional semakin terasa dengan kehadiran 20 juri yang berasal dari 12 negara. Secara keseluruhan, keterlibatan atlet, ofisial, dan juri membuat 20 negara ambil bagian dalam penyelenggaraan.

Para juri berasal dari Australia, Belanda, Finlandia, Inggris, Jerman, Kroasia, Lithuania, Prancis, Republik Ceko, Selandia Baru, Spanyol, dan Swedia. Mereka bertugas menilai pertandingan dalam berbagai nomor yang dipertandingkan selama kejuaraan.

Kompetisi mempertandingkan Formation Skydiving (FS), Vertical Formation Skydiving (VFS), Dynamic, dan Freestyle. Empat nomor tersebut mempertemukan atlet Indonesia dan mancanegara dalam persaingan berstandar internasional.

Dedi mengatakan perkembangan indoor skydiving Indonesia menunjukkan capaian membanggakan dalam beberapa tahun terakhir. Prestasi tersebut terlihat dalam rangkaian FAI Indoor Skydiving 2024 yang berlangsung di Macau.

Atlet Brimob Polri yang memperkuat Indonesia meraih medali perak dan perunggu pada Kejuaraan Asia. Mereka juga menempati peringkat kelima pada FAI World Cup dalam rangkaian kompetisi tersebut.

“Capaian ini menunjukkan kontribusi nyata atlet-atlet Polri dalam prestasi indoor skydiving Indonesia di tingkat Asia maupun dunia. Prestasi tersebut kemudian berlanjut pada penyelenggaraan Kapolri Cup I 2024 di fasilitas yang sama," katanya.

Tim Korps Brimob dan tim Polwan Pasukan Gegana berhasil meraih prestasi pada kelas internasional. Capaian tersebut menjadi modal pembinaan atlet untuk menghadapi persaingan indoor skydiving yang semakin kompetitif.

Dedi juga meminta seluruh atlet menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung sportivitas dan saling menghormati. Ia berharap kompetisi memperluas persahabatan serta membangun kebersamaan antar-atlet dari berbagai negara.

Panitia dan personel pengamanan turut diminta memastikan seluruh rangkaian berlangsung profesional, aman, tertib, dan lancar. Pelayanan terbaik juga harus diberikan kepada seluruh peserta dan tamu selama kejuaraan berlangsung.

Menurut Dedi, keberhasilan kejuaraan tidak hanya ditentukan oleh kelancaran pertandingan selama pelaksanaan. Keberlanjutan pembinaan, perluasan jejaring, dan peningkatan kualitas olahraga dirgantara juga menjadi ukuran penting.

“Keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga kemampuan kita memperkuat pembinaan dan memperluas jejaring. Kualitas olahraga dirgantara Indonesia juga harus terus ditingkatkan ke depan,” ucapnya.

Ketua Komite Terjun Payung Indonesia Irvan Zuladry mengapresiasi dukungan Polri terhadap penyelenggaraan kejuaraan internasional tersebut. Menurutnya, indoor skydiving membutuhkan ruang kompetisi lebih luas agar pembinaan atlet dapat berjalan konsisten.

“Perkembangan olahraga terjun payung, termasuk indoor skydiving, menunjukkan minat masyarakat dan kompetisinya perlu terus mendapatkan ruang. Pembinaan atlet dan kualitas pertandingan juga harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan,” ujarnya.

Irvan mengatakan pihaknya terus membangun kerja sama dengan organisasi peminat terjun payung dari berbagai negara Asia. Kerja sama tersebut turut mendapatkan dukungan dari organisasi terjun payung internasional.

Langkah tersebut diarahkan untuk mendorong kejuaraan single event indoor skydiving berlangsung rutin dan berkesinambungan di Asia. Kompetisi berkelanjutan diharapkan meningkatkan perhatian setiap negara terhadap pembinaan dan pengembangan atlet.

Irvan berharap Kapolri Cup II menjadi bagian penting dalam mencapai berbagai target pengembangan olahraga tersebut. Kejuaraan ini juga diharapkan semakin memperluas jejaring kompetisi indoor skydiving di kawasan Asia.

“Kami berharap Kejuaraan International Open Indoor Skydiving Kapolri Cup menjadi momentum mendorong tercapainya target-target pengembangan olahraga. Momentum tersebut juga diharapkan memperkuat perkembangan kompetisi di kawasan Asia,” katanya.

Irvan turut mengingatkan atlet, panitia, dan wasit agar selalu mengutamakan keselamatan sepanjang pertandingan. Pesan keselamatan tersebut menjadi perhatian utama dalam seluruh rangkaian kompetisi indoor skydiving.

Rangkaian kompetisi di Wind Tunnel Korps Brimob selanjutnya dilanjutkan dengan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026. Kejuaraan tersebut kembali mempertemukan atlet indoor skydiving dari berbagai negara di kawasan Asia.

Keberadaan Wind Tunnel Korps Brimob di Cikeas turut memperkuat ekosistem indoor skydiving Indonesia. Fasilitas tersebut menjadi tempat latihan, pembinaan, sekaligus kompetisi bertaraf internasional bagi para atlet.

Kapolri Cup II juga menjadi ruang pertemuan atlet dan komunitas indoor skydiving dari berbagai negara. Pertukaran pengalaman dan perluasan jejaring diharapkan semakin mendorong prestasi Indonesia menuju panggung dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....