BGN Hentikan Sementara 1.276 SPPG, Ini Alasannya

  • 17 Sep 2026 13:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kami juga akan mengecek langsung (on the spot) mengenai kelayakan dan standar SPPG di seluruh Indonesia.
  • BGN RI menghentikan sementara, operasional 1.276 SPPG yang belum memenuhi persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
  • Kami tidak akan berkompromi terhadap standar kebersihan dan sanitasi. SLHS bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan bagian penting

RRI.CO.ID, Jakarta - BGN RI menghentikan sementara, operasional 1.276 SPPG yang belum memenuhi persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Langkah tersebut, diambil setelah BGN melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap standar higiene dan sanitasi dapur yang menjalankan Program MBG.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana menegaskan, aspek kesehatan dan keselamatan penerima manfaat menjadi pertimbangan utama. “Kami tidak akan berkompromi terhadap standar kebersihan dan sanitasi. SLHS bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan bagian penting,” kata Ketut dalam keterangan persnya seperti dilansir laman BGN RI, di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.

Dari total 1.276 SPPG disuspend, ia menjelaskan, sebanyak 821 dapur masih dalam proses pendaftaran SLHS. Sementara, 447 SPPG sudah mendaftarkan sertifikat tersebut tetapi dinyatakan belum memenuhi syarat dan kelayakan.

Sedangkan delapan SPPG lainnya, ia menuturkan, belum terkonfirmasi status SLHS-nya. Selain administrasi, BGN juga akan melakukan inspeksi langsung ke berbagai SPPG di seluruh Indonesia.

Pemeriksaan tersebut, ia mengatakan, diarahkan untuk melihat kelayakan dapur. Kemudian, kondisi kebersihan serta penerapan Standar Operasional Prosedur atau SOP dalam proses penyediaan makanan MBG.

“Kami juga akan mengecek langsung (on the spot) mengenai kelayakan dan standar SPPG di seluruh Indonesia. Inspeksi ini bertujuan murni untuk memastikan kelayakan, kebersihan, serta penerapan SOP dilaksanakan dengan benar tanpa toleransi kesalahan,” ucap Ketut.

Meski ribuan SPPG dihentikan sementara, BGN memastikan, langkah tersebut tidak dimaksudkan untuk menghentikan layanan MBG kepada masyarakat. Layanan dapur yang disuspend, nantinya dialihkan sementara kepada SPPG terdekat yang memiliki SLHS dan mempunyai kapasitas untuk melayani penerima manfaat.

BGN menyebut, penghentian sementara juga menjadi bagian dari mitigasi risiko sekaligus pembinaan terhadap SPPG yang masih dapat memenuhi standar. Operasional dapat kembali dilanjutkan setelah seluruh persyaratan dipenuhi sesuai mekanisme yang berlaku.

“Penghentian sementara ini, bagian proses mitigasi risiko dan pembinaan, kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta dinas kesehatan setempat. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, operasional dapat dilanjutkan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Ketut.

Berdasarkan data BGN berdasarkan wilayah, penghentian sementara tersebut mencakup 239 SPPG di Wilayah I atau Sumatra. Kemudian, 927 SPPG di Wilayah II (Jawa), dan 110 SPPG di Wilayah III (luar Sumatera dan Jawa).

BGN juga memastikan, tidak berhenti pada penghentian sementara. Karena 654 SPPG yang masuk kategori kritis telah diusulkan kepada pimpinan untuk ditutup secara permanen.

Dapur-dapur tersebut, diberi waktu tujuh hari untuk memenuhi ketentuan sebelum usulan penutupan permanen dijalankan. Dari 654 SPPG kategori kritis tersebut, 447 di antaranya sebenarnya telah mendaftarkan SLHS tetapi belum memenuhi persyaratan.

Sebanyak 199 SPPG lainnya bahkan belum melakukan pendaftaran. Sementara delapan SPPG belum memberikan konfirmasi mengenai status pendaftarannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....