Ini Dia Fakta Menarik, di Setiap Tanggal 16 September
- 16 Sep 2026 08:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari Ozon Sedunia diperingati setiap 16 September dan berkaitan dengan Protokol Montreal 1987.
- Meksiko memperingati awal perjuangan kemerdekaan dari Spanyol yang dimulai pada 16 September 1810.
- Papua Nugini memperingati kemerdekaan dari Australia yang diperoleh pada 16 September 1975.
RRI.CO.ID, Jakarta – Tanggal 16 September diperingati melalui sejumlah momentum penting di berbagai negara. Peringatan tersebut berkaitan dengan lingkungan hidup hingga perjalanan kemerdekaan dua negara.
Salah satu peringatan global adalah Hari Ozon Sedunia atau Hari Internasional untuk Pelestarian Lapisan Ozon. Selain itu, Meksiko dan Papua Nugini sama-sama memperingati hari kemerdekaannya setiap 16 September.
Melansir Nasionaltoday dan sejumlah sumber, berikut beberapa momentum penting yang diperingati setiap tanggal 16 September.
Hari Ozon Sedunia
Hari Ozon Sedunia diperingati setiap 16 September dan berkaitan dengan penandatanganan Protokol Montreal pada 1987. Kesepakatan tersebut menjadi langkah dunia mengurangi penggunaan zat yang dapat merusak lapisan ozon.
F. Sherwood Rowland dan Mario Molina menjadi ilmuwan penting dalam pemahaman kerusakan lapisan ozon. Keduanya menemukan klorofluorokarbon atau CFC dapat menyebabkan penipisan lapisan pelindung tersebut.
Temuan tersebut berkontribusi terhadap lahirnya Protokol Montreal dan perkembangan ilmu kimia atmosfer. Upaya perlindungan ozon kemudian berkembang melalui berbagai penelitian serta kebijakan internasional.
Keberadaan ozon di atmosfer pertama kali diidentifikasi Charles Fabry dan Henri Buisson pada 1913. Keduanya menemukan radiasi ultraviolet Matahari menghilang pada panjang gelombang tertentu.
Penelitian selanjutnya menunjukkan radiasi tersebut terserap karena keberadaan ozon dalam atmosfer Bumi. Pemahaman mengenai ozon kemudian terus berkembang melalui penelitian berbagai ilmuwan dunia.
GMB Dobson kemudian mengembangkan alat untuk mengukur kadar ozon dari permukaan Bumi. Sementara Sydney Chapman menjelaskan mekanisme pembentukan ozon di stratosfer pada 1930.
Ozon terbentuk ketika radiasi ultraviolet memecah molekul oksigen menjadi atom-atom oksigen. Atom tersebut kemudian bergabung dengan molekul oksigen lain sehingga membentuk ozon.
Peringatan Hari Ozon Sedunia mengajak masyarakat memahami pentingnya lapisan ozon bagi kehidupan. Lapisan tersebut membantu melindungi Bumi dari paparan berlebihan radiasi ultraviolet Matahari.
Momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa perlindungan lingkungan membutuhkan kerja sama global. Komitmen bersama diperlukan untuk menjaga lapisan ozon tetap mampu melindungi kehidupan di Bumi.
Hari Kemerdekaan Meksiko
Meksiko memperingati Hari Kemerdekaan setiap 16 September untuk mengenang awal perjuangan melawan Spanyol. Perjuangan tersebut dimulai pada 1810 setelah lebih dari tiga abad berada di bawah kekuasaan kolonial.
Saat itu, Meksiko dikenal sebagai Spanyol Baru dan menghadapi berbagai ketimpangan politik serta ekonomi. Kondisi tersebut kemudian mendorong munculnya gerakan perlawanan terhadap pemerintahan kolonial.
Salah satu tokoh penting perjuangan tersebut adalah pastor Katolik Miguel Hidalgo y Costilla. Pada 16 September 1810, Hidalgo membunyikan lonceng gereja di Dolores dan menyerukan perlawanan.
Seruan tersebut kemudian dikenal sebagai Grito de Dolores dan menjadi pemicu Perang Kemerdekaan Meksiko. Perjuangan berlangsung lebih dari satu dekade hingga kemerdekaan akhirnya diakui pada 1821.
Spanyol mengakui kemerdekaan Meksiko pada 24 Agustus 1821 setelah perjuangan panjang. Hidalgo kemudian dikenang sebagai salah satu tokoh utama dalam sejarah kemerdekaan negara tersebut.
Kini, Hari Kemerdekaan Meksiko dirayakan dengan berbagai kegiatan nasional dan budaya. Perayaan biasanya mencakup parade, pertunjukan musik, pengibaran bendera, kembang api, serta makanan tradisional.
Hari Kemerdekaan Papua Nugini
Papua Nugini juga memperingati Hari Kemerdekaan setiap 16 September sejak memperoleh kemerdekaan pada 1975. Negara tersebut sebelumnya berada di bawah administrasi Australia selama beberapa periode sejarah.
Sejarah Papua Nugini juga dipengaruhi sejumlah kekuatan Eropa pada akhir abad ke-19. Wilayah utara dikuasai Jerman, sementara bagian selatan berada di bawah pengaruh Inggris.
Setelah Perang Dunia I, bekas wilayah Jerman berada di bawah administrasi Australia. Papua dan Nugini kemudian memiliki status administrasi berbeda selama bertahun-tahun.
Papua menjadi wilayah Australia, sedangkan Nugini berstatus wilayah mandat Liga Bangsa-Bangsa. Meski berbeda status, keduanya sama-sama berada dalam pengelolaan Australia.
Papua Nugini akhirnya memperoleh kemerdekaan pada September 1975 dan menjadi negara berdaulat. Sejak saat itu, 16 September diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Papua Nugini.
Perayaan kemerdekaan biasanya diwarnai upacara kenegaraan dan berbagai pertunjukan budaya. Momentum tersebut juga menjadi pengingat perjalanan panjang Papua Nugini menuju kedaulatan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....