Seriosa dan Jejaknya dalam Sejarah Musik Indonesia

  • 14 Sep 2026 16:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Seriosa berkembang dari pengaruh musik vokal Barat dan mulai berkembang di Indonesia pada 1930-an dengan ciri khas serta nuansa musik Indonesia.
  • RRI berperan dalam perkembangan seriosa melalui Bintang Radio yang mulai memasukkan kategori seriosa pada 1955 dan memperluas jangkauan musik vokal tersebut.
  • Seriosa menjadi bagian dari sejarah musik Indonesia melalui karya komponis, penyanyi, serta penggunaannya dalam pendidikan dan pertunjukan musik klasik hingga kini.

RRI.CO.ID, Jakarta — Seriosa merupakan salah satu bentuk musik vokal Indonesia yang berkembang dengan pengaruh musik klasik Barat. Genre ini memiliki ciri khas pada teknik vokal dan pengolahan liriknya.

Menurut tesis Universitas Gadjah Mada berjudul Sejarah Perkembangan Lagu Seriosa Indonesia, seriosa merupakan adaptasi dari Lied Jerman. Musik vokal tersebut masuk ke Indonesia melalui Belanda pada abad ke-16 dan kemudian memengaruhi perkembangan seriosa.

Seriosa mulai berkembang di Indonesia pada 1930-an dan dipelopori oleh komponis Cornel Simanjuntak. Penelitian UGM menyebut seriosa kemudian memiliki nuansa Nusantara serta menggunakan idiom musik Indonesia.

Tidak hanya soal teknik bernyanyi, seriosa juga memiliki kaitan dengan perkembangan nasionalisme Indonesia. Karya-karya seriosa memuat nilai budaya, sejarah, dan nasionalisme yang kuat.

Dari sisi vokal, seriosa membutuhkan kemampuan teknik yang lebih tinggi dibandingkan lagu hiburan biasa. Tesis UGM menyebut produksi suara seriosa memadukan gaya bernyanyi Jerman dan Italia.

Pengaruh musik klasik Barat juga terlihat dari penggunaan ornamen dalam lagu seriosa. Penelitian Yusuf Simorangkir dalam jurnal INVENSI menemukan ornamen Barok seperti trill, mordent, turn, appoggiatura, dan glissando dalam repertoar seriosa Indonesia.

Perkembangan seriosa kemudian tidak bisa dipisahkan dari Radio Republik Indonesia atau RRI. Melalui ajang Bintang Radio, RRI menjadi salah satu ruang penting bagi perkembangan musik vokal Indonesia.

Menurut sejarah resmi RRI, Bintang Radio pertama kali diselenggarakan pada 1951 untuk memperingati Hari Radio. Ajang tersebut awalnya berfokus pada lagu keroncong sebelum kategori seriosa dan hiburan mulai dilombakan pada 1955.

Kehadiran kategori seriosa membuat genre tersebut mendapat ruang dalam ajang pencarian bakat yang saat itu memiliki jangkauan luas. RRI juga mencatat lagu para pemenang kemudian direkam Lokananta dan disalurkan ke berbagai stasiun RRI daerah.

Bintang Radio kemudian melahirkan sejumlah penyanyi yang menjadi bagian dari sejarah musik Indonesia. RRI mencatat beberapa nama besar dari ajang tersebut, sementara perkembangan seriosa juga dikaitkan dengan penyanyi seperti Pranawengrum dan Pranajaya.

Selain penyanyi, sejumlah komponis turut membentuk perkembangan seriosa Indonesia. Salah satunya Iskandar yang menghasilkan karya seperti Kisah Mawar di Malam Hari, salah satu repertoar seriosa Indonesia.

Karya Iskandar tersebut bahkan dibawakan penyanyi asal Jerman, Sofia Livotov, dalam album Sounds of Indonesia. Penelitian Universitas Negeri Surabaya menyebut penampilan tersebut membawa lagu Art Song atau seriosa Indonesia ke kancah internasional.

Menurut penelitian UGM, seriosa masih digunakan sebagai media pembelajaran musik vokal di perguruan tinggi dan sekolah musik. Genre ini juga masih hadir dalam pergelaran musik klasik, meski tidak lagi menjadi sajian utama.

Perjalanan seriosa menunjukkan bagaimana pengaruh musik Barat dapat berkembang menjadi bagian dari musik Indonesia. Dari Lied Jerman, nasionalisme, hingga Bintang Radio RRI, seriosa pernah memiliki posisi penting dalam sejarah musik Indonesia. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....