KM Virgo Terbalik dan Tenggelam, DPR Minta Polri-KNKT Bongkar Penyebabnya
- 15 Sep 2026 10:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Komisi III DPR RI mendesak, Polri dan KNKT mengusut menyeluruh penyebab terbalik dan tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
- Polisi dan KNKT harus telusuri secara menyeluruh. Apakah ini murni karena faktor cuaca atau ada persoalan teknis maupun kelalaian yang ikut menyebabkan tragedi ini
- Kalau nantinya ditemukan indikasi kelalaian, tentu harus ada pihak yang bertanggung jawab dan diproses sesuai hukum yang berlaku
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi III DPR mendesak Polri, KNKT mengusut penyebab terbalik dan tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Apabila hasil investigasi menemukan adanya unsur kelalaian, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum.
Pernyataan tegas tersebut, diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. Sahroni meminta, investigasi kecelakaan dilakukan secara objektif dan transparan.
“Polisi dan KNKT harus telusuri secara menyeluruh. Apakah ini murni karena faktor cuaca atau ada persoalan teknis maupun kelalaian yang ikut menyebabkan tragedi ini,” kata politikus NasDem itu dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 15 September 2026.
Jika terbukti terdapat unsur kelalaian, ia menegaskan, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum. Diharapkannya, hasil penyelidikan dapat menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kecelakaan serupa kembali terjadi.
“Kalau nantinya ditemukan indikasi kelalaian, tentu harus ada pihak yang bertanggung jawab dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Yang paling penting, hasil investigasinya harus menjadi evaluasi agar tragedi seperti ini tidak terulang lagi,” ucap Sahroni.
Di saat yang sama, ia meminta, pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dilakukan secara maksimal. Tidak lupa, ia pun turut mengucapkan belasungkawa terhadap para korban tragedi KM Virgo Transport 8.
“Komisi III mendukung penuh Polri untuk mengerahkan upaya maksimal dalam pencarian dan identifikasi korban. Termasuk memastikan keluarga korban mendapat pendampingan yang diperlukan,” ujar Sahroni.
Kemusian, Sahroni juga meminta, perhatian serius diberikan kepada para korban yang berhasil diselamatkan dari kecelakaan kapal tersebut. Pemulihan kesehatan serta pendampingan bagi korban selamat, harus menjadi bagian penting dalam penanganan pascakecelakaan.
“Bagi korban yang selamat, proses pemulihan kesehatan dan pendampingannya juga harus menjadi perhatian prioritas,” kata Sahroni. Diketahui, KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu, 13 September 2026.
Kapal tersebut, sempat menghadapi cuaca buruk. Hingga pada akhirnya, mengalami kemiringan atau listing dan kemudian hilang kontak di sekitar perairan Masalembo, Laut Jawa.
Berdasarkan data manifes, kapal tersebut mengangkut 243 orang dalam pelayaran menuju Banjarmasin. Kapal juga membawa 89 unit kendaraan dan merupakan kapal RoRo berukuran sekitar 8.540 GT.
Hingga perkembangan terakhir yang dilaporkan, sebanyak 114 orang telah ditemukan dalam operasi SAR gabungan. Jumlah tersebut terdiri atas 108 korban selamat dan enam korban meninggal dunia, sedangkan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Upaya pencarian kini terus diperluas, termasuk pencarian di bawah permukaan laut. Pada hari ketiga operasi, KRI Canopus dikerahkan untuk mendukung pencarian bawah laut setelah kondisi cuaca sebelumnya menghambat pengerahan tim penyelam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....