Pelajar Marangkayu Diedukasi Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan
- 11 Sep 2026 09:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Marangkayu – Pelajar SMA Negeri 2 Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mendapat edukasi mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Edukasi tersebut diberikan Tim Fire PT Sumalindo Hutani Jaya untuk meningkatkan kesadaran pelajar terhadap risiko dan dampak kebakaran selama musim kemarau.
Dalam kegiatan itu, siswa mendapat pemahaman mengenai penyebab karhutla, dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan, serta langkah sederhana untuk mencegah munculnya sumber api. Pelajar juga diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Di antaranya membuang puntung rokok sembarangan, bermain api di kawasan kering, serta membakar sampah atau lahan tanpa pengawasan. Kepala SMA Negeri 2 Marangkayu Sri Ningsih mengatakan edukasi tersebut membantu siswa memahami peran mereka dalam menjaga lingkungan.
“Edukasi seperti ini sangat bermanfaat bagi peserta didik. Mereka tidak hanya mengetahui bahaya kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga memahami perannya dalam menjaga lingkungan,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 11 September 2026.
Menurut Sri, pengetahuan mengenai pencegahan karhutla diharapkan dapat diteruskan siswa kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal. “Anak-anak bisa menjadi agen perubahan, karena apa yang mereka pelajari hari ini dapat disampaikan kepada orang tua, keluarga dan teman-temannya,” katanya.
Sementara itu, Tim Fire PT Sumalindo Hutani Jaya Herman Felani mengatakan, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Termasuk generasi muda.
“Karhutla sering kali bermula dari api kecil. Dalam kondisi cuaca dan vegetasi kering, api dapat menyebar dengan cepat dan sulit dikendalikan,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemahaman mengenai pencegahan perlu diberikan sejak dini agar pelajar mengetahui tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran. Tim Fire juga menjelaskan sejumlah upaya pencegahan yang dilakukan di lapangan.
Upaya tersebut meliputi patroli, pemantauan kawasan rawan, deteksi dini titik api. Bahkan, kesiapan personel dan peralatan pemadaman.
Perwakilan PT Sumalindo Hutani Jaya Rudi Sasgo mengatakan, edukasi kepada pelajar menjadi salah satu upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam mencegah karhutla. “Pencegahan kebakaran tidak cukup hanya dengan menyiapkan personel dan peralatan dan tidak kalah penting adalah membangun kesadaran masyarakat,” katanya.
Rudi berharap, siswa dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam aktivitas sehari-hari. Termasuk segera melaporkan apabila menemukan asap atau indikasi kebakaran.
“Menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Hindari aktivitas yang dapat menimbulkan sumber api dan segera sampaikan kepada orang dewasa atau pihak terkait,” ujarnya.
Menurut Rudi, pencegahan karhutla perlu dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan sekolah, masyarakat, pemerintah, TNI, Polri. Kemudian, Masyarakat Peduli Api serta pemangku kepentingan lainnya.
Ia menilai peningkatan kesadaran sejak usia sekolah dapat membantu membangun kebiasaan menjaga lingkungan dalam jangka panjang. Melalui edukasi tersebut, para pelajar diharapkan tidak hanya memahami risiko karhutla, tetapi juga ikut menyampaikan pesan pencegahan kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....