Wapres Tinjau Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Tiga Provinsi Kalimantan

  • 10 Sep 2026 16:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wapres Tinjau Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Tiga Provinsi Kalimantan yaitu Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan Kubu Raya, Kalimantan Barat.

RRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi di Kalimantan. Di antaranya Palangka Raya, Kalimantan Tengah; Banjarbaru, Kalimantan Selatan; dan Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Wapres melihat langsung perkembangan penanganan serta berbagai kebutuhan di lapangan. Ditegaskannya bahwa karhutla harus ditangani secara menyeluruh sekaligus melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat, serta satwa dan habitatnya.

Dalam penanganan karhutla, Wapres mengingatkan agar upaya pemadaman berjalan beriringan dengan perlindungan masyarakat. Khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

“Pemadaman titik api dan pelayanan warga harus berjalan bersamaan,” ujarnya. “Termasuk pemenuhan kebutuhan pengobatan, akses pendidikan, ketersediaan masker, vitamin, air, dan logistic.”

Wapres juga menekankan penanganan karhutla perlu terus disesuaikan dengan kondisi lapangan, termasuk penerapan berbagai inovasi yang dibutuhkan. Namun, lanjut dia, setiap inovasi yang diterapkan harus dapat memberikan manfaat nyata, terukur, dan tetap mengutamakan keselamatan petugas.

“Inovasi harus terukur, efektif, dan menjawab kebutuhan lapangan,” ucapnya. “Inovasi harus kita lihat hasilnya di lapangan.”

“Saya ingin tahu indikator keberhasilannya, aspek keselamatannya, dan kebutuhan petugas,” kata Wapres menambahkan. “Yang penting inovasi membantu pemadaman dan digunakan sesuai prosedur.”

Salah satu pemanfaatan inovasi yang langsung ditinjau Wapres adalah formulasi surfaktan ramah lingkungan untuk pemadaman kebakaran lahan gambut. Inovasi ini dikembangkan melalui kajian terhadap cairan pembentuk busa, yang kemudian direformulasi agar sesuai untuk pemadaman lahan gambut.

Formulasi tersebut membantu air menembus lapisan gambut sekaligus membentuk busa di permukaan. Sehingga pendinginan dan pemadaman bara di bawah permukaan lebih efektif serta penggunaan air lebih efisien.

Dalam pengujian menggunakan drone thermal, suhu area gambut yang semula mencapai sekitar 130°C turun hingga sekitar 30°C. Suhu tersebut turun dalam waktu kurang lebih satu menit setelah aplikasi.

Saat meninjau Posko Penanggulangan Karhutla di Banjarbaru, Wapres juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kalimantan. Namun, lanjut dia, pemerintah terus berusaha melakukan yang terbaik dalam penanganan sesuai arahan Presiden.

“Saya ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk warga Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih,” ujarnya. “Namun kami akan memaksimalkan dan mengupayakan yang terbaik sesuai arahan dari Bapak Presiden.”

Menutup arahannya, Wapres kembali mengingatkan agar penanganan terus berjalan efektif. Dia meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi serta memastikan setiap kendala di lapangan memiliki tindak lanjut yang jelas dan terukur.

Kewaspadaan juga perlu dijaga dalam jangka panjang mengingat kondisi El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027. Sehingga langkah pencegahan dan kesiapsiagaan perlu terus diperkuat.

“Tingkatkan kewaspadaan El Nino diperkirakan bertahan hingga awal 2027,” ujarnya. “Lakukan patroli pencegahan lebih intens.”

“Tingkatkan koordinasi dan rangkul semua elemen,” ujarnya. “Pastikan setiap kendala lapangan ditangani dengan cepat dan terukur. Tingkatkan juga sosialisasi dan edukasi public.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....