Wapres Minta Maaf kepada Korban Keracunan Batang
- 28 Sep 2026 21:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wapres Gibran Rakabuming meminta maaf kepada korban dugaan keracunan makanan di Kabupaten Batang
- Gibran memastikan seluruh korban mendapat penanganan medis hingga pulih
- Pemerintah memastikan biaya pengobatan korban tidak dibebankan kepada keluarga
- Pasien yang kembali mengalami keluhan diminta tetap mendapat pemeriksaan lanjutan
- Gibran meminta fasilitas kesehatan tidak memulangkan pasien sebelum kondisinya benar-benar pulih
RRI.CO.ID, Batang - Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming meminta maaf kepada anak-anak dan keluarga terdampak dugaan keracunan makanan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Gibran memastikan seluruh korban mendapat penanganan medis hingga pulih tanpa terbebani biaya pengobatan.
Gibran menyampaikan hal tersebut saat meninjau pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Limpung dan Puskesmas Bawang, Senin 28 September 2026. Ia meminta pasien yang masih dirawat mendapat pelayanan hingga pulih dan korban yang kembali mengalami keluhan tetap memperoleh pemeriksaan lanjutan.
“Prioritas pertama adalah kesehatan korban. Pasien yang masih dirawat harus mendapat pelayanan sampai pulih, sementara warga yang sudah pulang tetapi keluhannya kembali muncul harus tetap mudah mengakses pemeriksaan lanjutan,” ucap Gibran.
Di RSUD Limpung, Gibran berdialog dengan pasien anak bernama Arsenio yang telah menjalani perawatan selama empat hari. Arsenio mengaku kondisinya membaik dan tidak lagi mengalami diare, pusing, mual, maupun muntah.
“Oke, Arsenio kamu boleh pulang, ya, hari ini. Besok sekolah, ya,” ujar Gibran.
Sementara di Puskesmas Bawang, Gibran menemui Eka Nurkhayanti, guru SDN Pasusukan yang turut mencicipi makanan yang diduga menyebabkan keracunan. Eka mengaku masih mengalami sakit perut dan rasa melilit.
“Segera pulih, Bu, kalau masih ada keluhan-keluhan dilaporkan ke sini ya. Obat-obat yang sudah diberikan dikonsumsi ya,” ucap Gibran.
Gibran kemudian menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan meminta Eka beristirahat hingga kondisinya benar-benar pulih. Pemerintah juga memastikan biaya pengobatan seluruh korban tidak dibebankan kepada keluarga.
“Saya minta maaf ya, Bu, atas kejadian ini. Jenengan istirahat dulu, pastikan benar-benar sehat,” kata Gibran.
Gibran meminta jajaran terkait memastikan mekanisme penjaminan biaya berjalan di seluruh fasilitas kesehatan yang menangani korban. Ia juga mengingatkan agar pasien tidak dipulangkan sebelum kondisinya benar-benar pulih.
“Biaya perawatan korban tidak boleh membebani keluarga. Pemerintah bertanggung jawab dan akan menanggung semua biaya pengobatan dan memastikan mekanismenya berjalan di semua fasilitas kesehatan,” katanya.
Gibran juga meminta pengawasan langsung terhadap proses penanganan medis dan penjaminan biaya. Pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan medis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....