Menbud: Seratus Tokoh Diusulkan Terima Tanda Jasa 10 November
- 03 Sep 2026 06:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Fadli Zon mengungkapkan sebanyak 100 nama tokoh mendapat rekomendasi untuk dianugerahi tanda jasa dan tanda kehormatan.
- Nama-nama tersebut diusulkan dari kementerian, lembaga, maupun masyarakat, termasuk dari kalangan seni dan budaya.
- Nama tersebut merupakan tokoh yang dinilai memiliki jasa dan layak mendapatkan penghargaan negara.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan sekitar 100 nama tokoh diusulkan mendapat tanda jasa dan tanda kehormatan. Nama-nama tersebut diusulkan dari kementerian, lembaga, maupun masyarakat, termasuk dari budayawan.
Daftar nama seratus tokoh sudah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa 1 September 2026. "Cukup banyak ya, cukup banyak, lebih dari seratusan," ujar Fadli di Senayan, Jakarta, Rabu 2 September 2026..
Fadli Zon menyampaikan daftar para tokoh kepada Presiden sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Dalam pertemuan itu dirinya melaporkan sejumlah nama yang mendapat rekomendasi untuk dianugerahi tanda jasa dan tanda kehormatan.
Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan adalah lembaga nonstruktural yang bertugas memberikan pertimbangan kepada Presiden. Lembaga ini dipimpin oleh seorang ketua merangkap anggota.
Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan dijabat oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Anggota dewan adalah tokoh masyarakat, akademisi, serta unsur militer, Sekretaris Militer Presiden sebagai Sekretaris Dewan secara ex officio.
Menurut Fadli Zon, nama-nama yang diusulkan merupakan tokoh yang dinilai memiliki jasa dan layak mendapatkan penghargaan negara. Namun, Fadli menegaskan penghargaan tersebut bukan dalam kategori gelar pahlawan nasional.
"Bukan pahlawan nasional. Tapi ini untuk tanda jasa, tanda kehormatan dari berbagai bidang," ujarnya.
Fadli menyebut calon penerima penghargaan berasal dari berbagai latar belakang. Mereka dari tokoh masyarakat, seniman, budayawan, hingga mereka yang berjasa di bidang medis maupun bidang lainnya.
"Tokoh-tokoh masyarakat, tokoh seniman budayawan, tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang," katanya. Ia mengatakan seluruh masukan tersebut masih harus melalui proses pertimbangan sebelum ditetapkan.
Fadli mengatakan pertemuannya dengan Presiden juga membahas proses pengusulan gelar pahlawan nasional 10 November mendatang. Pengusulan pahlawan nasional dilakukan secara berjenjang dan bersifat bottom up.
Nama-nama tokoh terlebih dahulu diusulkan dan diteliti dari daerah sebelum masuk ke tingkat pusat. "Tokoh pahlawan nasional sekarang ini dalam proses," katanya.
Sebagaimana diketahui, untuk pahlawan nasional itu berangkat dari bawah, bottom up ya. Ada tim peneliti, kemudian ada TP2GP tim peneliti di pusat yang di bawah Kementerian Sosial.
TP2GP dalah singkatan dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat. Tim ini bertugas mengkaji usulan calon Pahlawan Nasional yang diajukan oleh kepala daerah melalui TP2GD (Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah).
Fadli mengatakan nama-nama itu telah melalui proses penelitian di tingkat kabupaten/kota dan provinsi, serta Kementerian Sosial. Selanjutnya akan dikaji oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Setelah melalui proses tersebut, daftar nama akan diserahkan kepada Presiden untuk diputuskan. Ia menyebut pengumuman pahlawan nasional biasanya dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan pada 10 November.
Proses pengusulan nama pahlawan dilakukan di daerah, kemudian TP2GP dan Kementerian Sosial, lalu diserahkan kepada Dewan Gelar. Dewan gelar akan mengkaji lagi dan nanti diserahkan kepada Presiden, demikian penjelasan Menbud.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....