Menteri Trenggono Pastikan Program Prioritas KKP Berdampak ke Masyarakat

  • 31 Agt 2026 20:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono memastikan enam program prioritas nasional sektor kelautan dan perikanan memberikan dampak nyata bagi masyarakat
  • Pelaksanaan program harus berangkat dari kebutuhan masyarakat dan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik
  • Kampung Nelayan Merah Putih ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan taraf hidup masyarakat pesisir
  • KKP menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia hingga 2029
  • Trenggono meminta seluruh jajaran menjaga integritas, kepatuhan terhadap aturan, serta pengawasan dalam pelaksanaan program

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Sakti Wahyu Trenggono memastikan enam program prioritas nasional di sektor kelautan dan perikanan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Program tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan produktivitas dan kesejahteraan.

Trenggono mengatakan pelaksanaan program prioritas harus berangkat dari kebutuhan masyarakat di lapangan. Karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan konsolidasi internal untuk memastikan target, mekanisme, dan manfaat program dipahami seluruh jajaran.

Ia mencontohkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir. Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari pembangunan rumah atau fasilitas fisik.

“Merubah taraf hidup bukan diperbaiki rumahnya, tetapi produktivitasnya,” kata Trenggono saat konsolidasi internal KKP di Jakarta, Senin 31 Agustus 2026.

Trenggono mengatakan kebutuhan masyarakat menjadi dasar dalam pengembangan program. Ia mencontohkan pengembangan kawasan nelayan di Biak yang dilengkapi berbagai fasilitas untuk mendukung aktivitas ekonomi.

Fasilitas tersebut antara lain stasiun pengisian bahan bakar nelayan, pabrik es, cold storage, bengkel nelayan, balai nelayan, fasilitas kuliner, dan kantor pengelola.

“Research dulu apa yang mereka butuhkan,” ujarnya.

Pendekatan tersebut kemudian menjadi salah satu model dalam pengembangan KNMP. Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 kampung nelayan di seluruh Indonesia hingga 2029.

Selain KNMP, KKP menjalankan lima program prioritas lainnya. Program tersebut yakni integrasi tambak udang dan revitalisasi tambak Pantai Utara Jawa, budidaya tematik di 40.000 desa, modernisasi kapal penangkap ikan, serta swasembada garam.

Trenggono mengatakan setiap program memiliki model pengembangan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat. KKP juga mempertimbangkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan program budidaya.

“Program besar swasembada protein ini bukan hanya penyediaan protein, tetapi juga menjadi sumber devisa negara,” kata Trenggono.

Di sisi lain, Trenggono mengingatkan jajaran KKP menjaga integritas dalam menjalankan program prioritas. Besarnya anggaran dan skala pekerjaan harus diikuti kepatuhan terhadap aturan.

“Siapapun yang melakukan itu harus ditindak tegas. Ini kepercayaan,” katanya.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf mengatakan pelaksanaan program harus mengedepankan prinsip tepat sasaran, integritas, objektivitas, dan pengawasan yang kuat.

Ia meminta percepatan program tetap dilakukan dengan memperhatikan prosedur dan kecermatan. Pengendalian juga perlu diperkuat agar pelaksanaan program dapat dipertanggungjawabkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....