ESDM Percepat Penetapan Penerima BPBL, Target 400 Ribu Rumah Tangga pada 2027
- 17 Sep 2026 14:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- ESDM mendorong percepatan penetapan penerima BPBL tanpa harus menunggu penerapan data desil sepenuhnya
- Target BPBL 2027 mencapai 400 ribu rumah tangga dengan alokasi anggaran sekitar Rp949 miliar
- Pemerintah menyiapkan pembangunan listrik desa di 1.250 lokasi dengan anggaran sekitar Rp9,31 triliun
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri ESDM mendorong percepatan penetapan penerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) agar masyarakat segera memperoleh akses listrik sesuai kebutuhan. Pemerintah tetap mempertimbangkan ketepatan sasaran penerima sambil mempercepat pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan pemasangan listrik.
Percepatan pelaksanaan BPBL menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2027 bersama Komisi XII DPR RI. Dalam rapat kerja tersebut, anggota Komisi XII DPR RI mengapresiasi langkah pemerintah mempercepat penetapan penerima manfaat program.
Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKB Ratna Juwita Sari menyoroti mekanisme survei penerima BPBL yang melihat kondisi masyarakat langsung. Ia meminta peningkatan target BPBL 2027 tidak terhambat penerapan data desil yang belum sepenuhnya tersedia.
"Desil ini dilaksanakan tahun depan, begitu. Karena urusannya panjang. Ini urusannya dengan hak-hak masyarakat yang harusnya mendapatkan menjadi terhambat," ujar Ratna dalam rapat tersebut di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menanggapi bahwa pemerintah tetap memperhatikan aspek data dalam proses menentukan masyarakat penerima bantuan pemasangan listrik. Namun, percepatan pelayanan juga diperlukan supaya kebutuhan dasar berupa akses listrik tidak mengalami penundaan.
"Desil itu penting. Tapi jangan kita tunggu desil dulu baru orang lampu nyala," ujar Bahlil.
Bahlil menyampaikan target penerima BPBL pada 2027 direncanakan meningkat menjadi 400 ribu rumah tangga penerima manfaat. Ia meminta dukungan Komisi XII DPR RI untuk membantu mengidentifikasi masyarakat yang membutuhkan akses listrik secara lebih efektif.
Dalam rancangan anggaran Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2027, BPBL memperoleh alokasi bagi 400 ribu rumah tangga penerima manfaat. Anggaran program tersebut mencapai sekitar Rp949 miliar dan menjadi bagian agenda pembangunan infrastruktur energi nasional.
Selain BPBL, pemerintah merencanakan pembangunan infrastruktur listrik desa pada 1.250 lokasi dengan anggaran sekitar Rp9,31 triliun. Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses listrik masyarakat sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur energi di berbagai wilayah.
Pemerintah masih memberikan perhatian terhadap perluasan akses listrik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T. Menteri ESDM menyebut terdapat 10.068 titik desa dan dusun yang masih membutuhkan perhatian dalam program elektrifikasi.
Kondisi tersebut menunjukkan perluasan akses listrik membutuhkan percepatan penyaluran bantuan sekaligus pembangunan infrastruktur pendukung secara berkelanjutan. Pelayanan kepada masyarakat juga didorong tetap berjalan dengan mempertimbangkan kebutuhan penerima berdasarkan kondisi lapangan.
Peningkatan target BPBL pada 2027 diharapkan mempercepat masyarakat memperoleh akses listrik melalui bantuan pemasangan baru yang diberikan pemerintah. Pemerintah juga mengupayakan pelaksanaan program tetap tepat sasaran melalui identifikasi kebutuhan masyarakat dan dukungan pemerintah daerah.
Pembahasan anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan infrastruktur energi serta memperluas manfaat elektrifikasi masyarakat. Pemerintah berharap percepatan program mampu menjangkau rumah tangga dan wilayah yang masih membutuhkan akses listrik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....