Menbud Fadli Siapkan Revitalisasi Situs Budaya di Maluku Utara
- 23 Agt 2026 21:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menbud Fadli menyiapkan revitalisasi sejumlah situs budaya di Maluku Utara, termasuk jejak Alfred Wallace di Ternate sebagai kekayaan sejarah dan pengetahuan.
- Maluku Utara memiliki warisan budaya dan sejarah penting, seperti Benteng Oranje, Benteng Kalamata, serta warisan empat kesultanan Moloku Kie Raha.
- Kementerian Kebudayaan mendorong HIKMU berperan dalam memajukan kebudayaan Maluku Utara, termasuk memperkuat regenerasi pelaku budaya dan melestarikan warisan daerah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menyiapkan revitalisasi sejumlah situs budaya di Maluku Utara, termasuk di Ternate dan Tidore. Salah satu yang mendapat perhatian adalah jejak Alfred Wallace di Ternate yang bisa dikembangkan sebagai kekayaan sejarah pengetahuan.
Ia menyampaikan rencana itu saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengurus Himpunan Keluarga Maluku Utara atau HIKMU periode 2026-2031. Pengukuhan tersebut dilaksanakan di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Menurutnya, revitalisasi akan dilakukan melalui Direktorat Warisan Budaya terhadap sejumlah situs yang telah berstatus cagar budaya. "Jejak Alfred Wallace di Ternate dapat dikembangkan menjadi bagian dari kekayaan sejarah dan pengetahuan yang dapat dikunjungi masyarakat," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Minggu, 23 Agustus 2026.
Ia mengatakan Maluku Utara memiliki posisi penting dalam sejarah Nusantara. Wilayah itu dikenal sebagai Kepulauan Rempah yang sejak lama terhubung dengan berbagai negara.
"Maluku Utara mempunyai aset-aset budaya dan peninggalan sejarah yang penting," ujarnya. Ia mencontohkan Benteng Oranje, Benteng Kalamata, serta warisan Kesultanan Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan.
Ia juga menyinggung filosofi Moloku Kie Raha atau perserikatan empat kesultanan di Maluku. Menurutnya, kekayaan tersebut perlu dirawat, dikembangkan, dan diperkenalkan lebih luas.
Ia meminta HIKMU ikut mengambil peran dalam memajukan kebudayaan Maluku Utara. Dengan demikian, kekayaan budaya daerah dapat terus dilestarikan dan berkembang.
Ia mengatakan Indonesia memiliki 2.727 warisan budaya takbenda dan 743 cagar budaya tingkat nasional. Ia juga menyebut Indonesia memiliki 1.340 etnis dan 718 bahasa.
Ia menekankan bahwa kekayaan budaya itu merupakan modal yang perlu dijaga sekaligus dikembangkan. Ia juga mendorong HIKMU melahirkan gagasan untuk menghidupkan nilai budaya Maluku Utara, memperkuat regenerasi pelaku budaya.
"Semoga HIKMU terus tumbuh menjadi paguyuban yang solid, mempererat persaudaraan masyarakat Maluku Utara. Dan juga ikut memajukan budaya Maluku Utara di Indonesia," katanya.
Ketua Umum HIKMU periode 2026-2031 Askan Naim mengatakan kekuatan terbesar Maluku Utara berada pada sumber daya manusianya. Ia berharap, masyarakat Maluku Utara mampu mewujudkan kecintaannya kepada tanah air dan tanah leluhur melalui karya.
"Sebagai keluarga besar Maluku Utara, mari kita wujudkan kecintaan kepada tanah air. Dan tanah leluhur melalui karya, kepedulian, dan pengabdian yang nyata," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....