Disbudpar Cirebon Pastikan Arca Semar Pejambon Bukan Peninggalan Sejarah
- 26 Agt 2026 15:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Disbudpar Kabupaten Cirebon memastikan Arca Semar di Pejambon bukan peninggalan kerajaan atau kolonial.
- Arca tersebut diperkirakan dibuat masyarakat sekitar 1950 menggunakan batu dari Sungai Cipager atau Sungai Asem.
- Kesimpulan diperoleh dari penelusuran dan keterangan Sebat, warga berusia 83 tahun yang mengetahui proses pembuatannya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Selama bertahun-tahun, sebuah arca berbentuk tokoh pewayangan Semar meninggalkan misteri bagi warga Cirebon. Kini, benda misteri itu terjawab sudah.
Sebuah batu berbentuk menyerupai sosok Semar meninggalkan misteri bagi warga di Kelurahan Pejambon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Arca Semar itu kerap dikaitkan dengan peninggalan masa lampau.
Bahkan arca itu disebut-sebut memiliki hubungan dengan sejarah kerajaan di masa lalu. Namun, misteri mengenai asal-usul arca tersebut mulai menemukan titik terang.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon memastikan batu yang selama ini dikenal masyarakat sebagai Arca Semar. Menurut mereka, itu bukan peninggalan sejarah dari masa kerajaan maupun kolonial.
Menurut penelusuran di lapangan dan keterangan dari sejumlah tokoh masyarakat, benda tersebut justru diketahui merupakan hasil karya manusia. Karya tersebut terbuat dari zaman modern.
Subkoordinator Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Cirebon, Iman Hermanto, mengatakan kesimpulan tersebut diperoleh pihaknya usai melakukan penelusuran. Pihaknya berupaya menggali informasi dari warga yang mengetahui sejarah benda tersebut.
Salah satu informasi penting itu berasal dari Sebat, warga berusia 83 tahun yang disebut mengetahui secara langsung proses pembuatan. Sehingga perpindahan batu tersebut dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
"Temuan Arca Semar ini sudah kami diskusikan dengan tokoh kunci bernama Bapak Sebat. Beliau bukan hanya memberikan informasi, tetapi juga menyatakan sebagai orang yang mengetahui dan terlibat dalam proses," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu, 26 Agustus 2026.
Keterangan Sebat menjadi salah satu petunjuk penting untuk mengungkap misteri batu yang selama ini dianggap memiliki nilai sejarah tersebut. Batu berbentuk menyerupai Arca Semar itu diperkirakan dibuat sekitar tahun 1950 oleh masyarakat setempat.
Material batu disebut berasal dari kawasan Sungai Cipager atau Sungai Asem. Setelah dibentuk, benda tersebut kemudian beberapa kali mengalami perpindahan lokasi seiring perkembangan permukiman dan aktivitas masyarakat.
Sekitar tahun 1960, batu tersebut dipindahkan ke kawasan permukiman warga. Beberapa waktu kemudian, benda itu kembali dipindahkan ke kawasan sekitar jalan raya.
"Dari informasi yang kami dapat, ada satu batu berbentuk Arca Semar. Arca itu sempat hilang saat proses perpindahan tersebut," ujarnya.
Riwayat perpindahan itu pula yang membuat keberadaan batu tersebut semakin menarik. Seiring berjalannya waktu, cerita mengenai asal-usulnya berkembang di tengah masyarakat hingga membuat persepsi lain di masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....