Benteng Vredeburg, Saksi Bisu Masa Kolonial Belanda yang Kini Jadi Ruang Budaya

  • 06 Agt 2026 13:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Benteng Vredeburg merupakan peninggalan kolonial Belanda yang berdiri di depan Keraton Yogyakarta sejak Perjanjian Giyanti 1755.
  • Pembangunan benteng secara resmi ditujukan untuk menjaga keamanan keraton, namun Belanda juga menggunakannya sebagai alat pengawasan terhadap aktivitas Kesultanan Yogyakarta.
  • Benteng ini lahir dari perjanjian yang menghasilkan berdirinya Kasultanan Yogyakarta sebagai entitas politis terpisah.

RRI.CO.ID, Jakarta – Benteng Vredeburg berdiri di depan Keraton Yogyakarta sebagai peninggalan kolonial Belanda. Pembangunannya bermula setelah Perjanjian Giyanti 1755 yang melahirkan Kasultanan Yogyakarta.

Secara resmi benteng dibangun untuk menjaga keamanan keraton. Namun, Belanda juga menggunakannya untuk mengawasi aktivitas Kesultanan Yogyakarta.

Melansir Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, benteng kemudian diperkuat dengan dinding batu atas perintah Gubernur W.H. van Ossenberch. Setelah penyempurnaan selesai sekitar 1787–1788, namanya diubah dari benteng Rustenberg menjadi Benteng Vredeburg.

Pada awal pembangunannya, benteng masih sederhana dengan dinding tanah serta tiang kayu. Setelah diperkuat menggunakan batu, benteng menjadi garnisun penting VOC di Yogyakarta.

Selama masa kolonial, Benteng Vredeburg berfungsi sebagai benteng pertahanan dan markas militer. Benteng kemudian digunakan oleh pemerintah kolonial Belanda, Inggris, Jepang, hingga Tentara Nasional Indonesia setelah kemerdekaan.

Setelah fungsi militernya berakhir, pemerintah mulai mengembangkan kawasan benteng sebagai pusat pelestarian sejarah. Upaya itu dilakukan agar bangunan bersejarah memiliki manfaat pendidikan bagi masyarakat.

Dilansir dari Kementerian Kebudayaan, pada 1992, Benteng Vredeburg resmi beralih fungsi dan dibuka sebagai Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Museum ini menjadi museum khusus perjuangan nasional yang dikelola pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan.

Kini Museum Benteng Vredeburg menghadirkan diorama, koleksi sejarah, dan berbagai program edukasi. Bangunan yang dahulu menjadi simbol pengawasan kolonial kini menjadi ruang pembelajaran sejarah bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....